MAKASSAR, BKM — Persoalan kemacetan di dalam Kota Makassar terus menjadi persoalan yang tak ada habisnya. Bahkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berulang kali mengeluh soal kemacetan yang terjadi di Makassar.
Menurut orang nomor satu Sulsel itu, selain karena minimnya tempat parkir serta pengelolaan perparkiran yang belum maksimal. Karena tempat parkir yang minim, pedestrian kerap menjadi lokasi parkir kendaraan.
“Pedesterian jadi problem, akses pejalan kaki minim. Bersama Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, pembangunan dan pemebenahan pedesterian menjadi fokus utama untuk pembangunan infstruktur tahun depan. Tahun 2019 kita fokus pada pedesterian, sehingga nantinya, orang ke kantor dengan jarak 1 hingga 2 km itu ramai-ramai berjalan kaki saja,” harapnya.
Dia mengatakan, contoh baik di luar negeri bisa diterapkan. Misalnya, untuk bepergian dalam jarak yang pendek, tidak perlu menggunakan motor atau mobil. Cukup beramai-ramai berjalan kaki. Inilah persoalan yang dipandangnya perlu dihadapi dan diselesaikan. Demikian juga kabupaten/kota pedesteriannya akan dibenahi.
“Ini bagaimana pedesterian kita hadirkan. Selain kebutuhan pejalan kaki, juga untuk kebutuhan keindahan,” sebutnya.
Rencana Pemprov untuk tahun 2019 akan diperbesar bantuan keuangan daerah. Ini dilakukan agar kepala daerah lebih punya kreasi untuk membenahi pedesterian dan kebutuhan publik lainnya.
“Kebijakan kita ke depan, anggaran bantuan keuangan daerah ini akan kita tingkatkan. Tahun 2019, seluruh kepala daerah di Indonesia mengalami penurunan anggaran terutama dana alokasi khusus (DAK) akan terus turun, tentu Pemprov harus hadir untuk membantu menyelesaikan kebutuhan daerah,” jelasnya. (rhm)

