MAKASSAR, BKM–Demi keindahan dan penataan kota yang lebih baik, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto tetap bertahan untuk melakukan relokasi terhadap pedagang kaki lima yang berada di Jalan AP Petta Rani depan gedung Pascasarjana Universitas Negeri Makassar.
“Yang pasti relokasi tetap akan dilakukan karena terkait masalah penataan Kota,” ungkap Danny sapaan akrab wali kota setelah menjawab aksi demo yang dilakukan para PKL di Kantor Balai Kota, Jumat (7/12).
Di hari yang sama ratusan massa yang mengatasnamakan Solidaritas Tolak Penggusuran PKL, berunjuk rasa di Gedung Balai Kota Makassar.
Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menghentikan segala bentuk intimidasi yang dilakukan Satpol PP dan aparat kepolisian terhadap para PKL di Jalan AP Petta Rani.
Tuty selaku koordinator aksi mengungkapkan, pada tanggal 30 November sekitar pukul 05:00 sore puluhan personel Polsek Rappocini melakukan upaya penggusuran paksa karena sehari sebelumnya, mendapatkan informasi jika PKL di lokasi tersebut akan digusur oleh Satpol PP.
Namun, upaya tersebut gagal karena mendapat penolakan dari para PKL bersama massa Solidaritas Tolak Penggusuran PKL. Menurutnya, tindakan aparat kepolisian itu merupakan sebuah pelanggaran.
“Karena polisi tidak memiliki wewenang dalam hal gusur menggusur karena tugas pokoknya memelihara ketertiban dan keamanan, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat,” tulis Tuty dalam pernyataan sikapnya.
Ia mengatakan, hal itu merupakan bukti tak adanya perhatian pemerintah kota dalam memperhatikan masyarakatnya. Seharusnya pemerintah kota bertindak tegas terhadap apa yang dilakukan aparat kepolisian.
Massa aksi juga menuntut pemerintah kota untuk memberikan jaminan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi para PKL. Selain itu, mereka menolak relokasi PKL Centre.
Sebelumnya Rektor UNM, Prof Husain Syam, menuturkan, keberadaan PKL tersebut akan sangat menghambat pembangunan pagar. Apalagi, pembangunan pagar tersebut telah dianggarkan. Jadi, penertiban menjadi solusi satu-satunya.
“Kita mau buat pembangunan pagar dsitu, itu ndak bisa dibangun kalau ada itu lapak semua disitu,” katanya.
Prof Husain pun berharap jika para pedagang harusnya mengerti akan rencana ini karena para pedagang tersebut diakui Prof Husain telah lama mendapat peringatan untuk pindah. Jadi ia memginginkan agar para pedagang untuk segera pindah dari tempat tersebut.
“Saya berharap para pedagang ini harus sadar dan harus pindah. Karena tak ada jalan lain, kita mau kerja. Dulu juga kita tidak ganggu mereka karena kita dulu belum kerja, sekarang ini sudah mau mi dikerja,” kata Prof Husain.
Rencananya, pembangunan pagar ini akan dilakukan dua pekan ini. Secara tegas, Prof Husain juga mengatakan, bahwa apapun resikonya, pihaknya akan melakukan pengusiran jika mereka tetap tidak mau pindah.(nug/b)

