HJ NUR ALIYAH IBNU HAJAR kini telah terbaring abadi di peristirahatan terakhirnya. Istri penceramah kondang Ustaz Nur Maulana itu dikebumikan di pekuburan Arab Bontoala, Jalan Kandea, Makassar, Senin (14/1).
NUR Aliyah mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Bhayangkara pada Minggu sore (20/1). Selanjutnya disemayamkan di rumah orang tuanya di Jalan Satando, Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah.
Selepas salat Dhuhur, Senin siang (21/1), jenazah almarhumah disalatkan di Masjid Nurul Amal, tak jauh dari rumah duka. Kemudian dibawa ke tempat pemakaman.
Ribuan pelayat mengantarkannya. Sepanjang jalan dari rumah duka yang jaraknya sekitar 2 km tampak dijejali para pengantar. Silih berganti mereka mengusung keranda mayat.
Salah satunya adalah Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhang. Ia tampak larut dalam keharuan bersama pelayat lainnya.
Di mata para kerabatnya, almarhumah memiliki karakter yang baik dan terbuka. Selain aktif di pengajian, ia juga terlibat dalam kegiatan tadarusa dan dakwah bersama rekan-rekannya.
Dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, almarhum rutin melakukan pengobatan secara medis di beberapa rumah sakit di Kota Makassar. Sebelum dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Jala Ammari yang terletak tidak jauh dari rumahnya
“Umminya Naura berpesan supaya dibuatkan yayasan. Semua beliau sendiri yang urus. Yayasan Nurul Amal dan Masjid Nurul Amal Makassar akhirnya berdiri. Alhamdulillah, cita-cita beliau tercapai,” ujar Ustaz Nur Maulana.
Pengurus Yayasan Nurul Amal H Ridwan yang juga sepupu almarhumah, mengaku sangat kehilangan sosok saudara yang tegar. ”Mendirikan yayasan pendidikan dan masjid, alhamdulillah beliau juga pengurus administrasi yang dibutuhkan. Awalnya almarhumah bercita-cita dirikan masjid, maka datanglah sumbangan. Awalnya Rp30 juta disumbang oleh Wakil Wali Kota Syamsul Rizal. Itu awal pembangunan. Kemudian almarhumah datang sendiri membawakan uang untuk pembangunan. Pengurus Yayasan Nurul Amal dan Masjid Nurul Amal sangat kehilangan,” kata H Ridwan saat menyampaikan di depan khalayak yang hadir.
Ada banyak tokoh yang hadir di prosesi salat jenazah almarhumah. Di antaranya mantan Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Arief Budi Sampurno. Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. Kepala Bapenda Sulsel Tautoto Tanaranggina.
Sejumlah kepala daerah, seperti Bupati Pangkep. Putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka juga hadir pada pagi harinya.
Duka mendalam tidak hanya dirasakan keluarga almarhumah. Sejumlah kerabat dan teman kecilnya juga merasa kehilangan sosok Nur Aliyah
“Teman sekolah sejak SD. Kami juga teman semasa kecil. Orangnya baik sekali. Sampai masing-masing berumah tangga, kami bertengga. Almarhum orangnya bertanggung jawab dan penyayang. Sama orang lain saja baik, apalagi ke tetangga,” ujar Harianti.
Perempuan yang juga memiliki kepribadian sabar, ramah, serta taat pada suami ini meninggal dunia usai melawan penyakit kanker usus yang dideritanya.
Menurut Ustas Maulana, penyakit istrinya itu sudah cukup lama. Namun baru diketahui dalam beberapa bulan terakhir.
Ia mengenang almarhumah sebagai sosok yang tidak pernah mengeluh. Juga setia membantunya melakukan dakwah. Semua keinginannya tidak pernah dibantah oleh mendiang istrinya.
”Penyakitnya diketahu pada September 2018. Padahal sebenarnya menurut dokter, kanker usus ini sudah tujuh tahun. Ini baru kami tahu karena beliau tidak mau berobat ke dokter. Cuma pengobatan luar dilakukan,” ujarnya.
Sebenarnya, pada Senin (21/1), Nur Maulana berencana hendak membawa istrinya ke Malaysia. Sudah diagendakan untuk melakukan pengobatan tanpa operasi. Hanya saja, rencana ini pupus karena ajal lebih dulu menjemput almarhumah.
“Selama ini istri saya tidak mau berobat kalau dilakukan operasi. Jadi saya menuruti keinginannya dan tawarkan untuk berobat ke Malaysia. Saya dapat informasi kalau ada pengobatan di sana tanpa operasi. Rencana Senin ini saya mau berangkat dan sudah persiapan. Tapi Tuhan berkehendak lain,” imbuhnya.
Di akhir-akhir hidupnya, almarhumah berpesan kepada suaminya untuk menjaga keempat orang anaknya. Yaitu Naura (9), Aira (5), Anwar (5), dan Masita (3). Nur Maulana berjanji akan menjaga amanah tersebut dengan baik.
“Semua keinginan almarhumah saya akan penuhi. Termasuk menjaga anak-anaknya. Sebenarnya sudah ada kuburan untuk kami berdua dan keluarga. Lokasinya di Gowa. Tapi saya ikut dengan mertua saya untuk menguburkan di Kandea. Biar dekat-dekat dengan makam orang tua,” imbuhnya. (arf-jun/rus)

