MAKASSAR, BKM– Gedung baru perpustakaan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar telah selesai dibangun. Bagian konstruksinya mulai dari atap, dinding, dan lantai (Tegel) sudah rampung. Hanya saja sampai sekarang gedung baru tersebut belum juga difungsikan.
Dari pantauan BKM Selasa (18/6), dari luar nampak hanya barang-barang bungkusan karung menumpuk dalam ruangan. Proses pengerjaan pemolesan akhir dinding bangunan juga belum dilakukan. Tembok dindingnya juga belum dicat.
Ketua Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Kota Makassar, HM Yunus sempat menyoroti pembangunan ruangan perpustakaan di DPRD Kota Makassar yang terbengkalai dan tidak jelas itu. Sebab sampai sekarang ruangan perpustakaan belum juga difungsikan atau dilanjutkan pengerjaan pada tahap akhir jika masih diperlukan.
“Saya menilai gedung baru perpustakaan itu tidak efektif. Coba saja lihat apakah ada anggota dewan masuk di ruangan itu, atau orang-orang lain ? pasti tidak adakan. Lalu gedung itu untuk siapa dibuatkan,” tanyanya.
Seharusnya lanjut Yunus, eksekutif yang menginginkan pembangunan harus memperhatikan skala perioritasnya. Sehingga anggaran tidak terbuang percuma dan sia-sia.
“Untuk apa mengeluarkan dan menghabiskan anggaran pembuatan gedung kalau hanya sekadar untuk jadikan pajangan, tidak ada manfaatnya. Jauh lebih bermanfaat kalau anggaran diberikan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan atau skala perioritasnya,” tambahnya.
Menyikapi hal itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar, Andi Bukti Djufri menegaskan, ia tidak mau menerima penyerahan gedung baru perpustakaan jika belum selesai dikerjakan. Semua pembangunan gedung perpustakaan dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.
“Gedung itu belum selesai, dan saya tidak mau terima penyerahaannya karena belum selesai. Masih banyak yang mesti diselesaikan khususnya cat. Kontraktornya dari Dinas PU Makassar juga kan, jadi harus Dinas PU Makassar selesaikan ini. Anggarannya saya tidak tahu berapa,” singkatnya. (arf)

