BEBERAPA sekolah di Makassar mengadakan perpanjangan jadwal PPDB. Hal ini dikarenakan ada beberapa SMP Negeri di Makassar jumlah kuotanya yang belum terpenuhi karena kalah saing dengan beberapa sekolah favorit dan kalah fasilitas.
Koordinator Admin PPDB 2019 SMPN 11 Makassar, Mince mengatakan, sejauh ini kouta untuk mencukupi kursi di SMPN 11 Makassar masih kurang, dan belum ada intruksi untuk membuka kembali pendaftaran untuk memenuhi kota tersebut.
“Kita juga belum tahu soal itu, tapi katanya selesai pendaftaran ulang dulu baru dibuka kembali. Kita masih kekurangan 55 orang dari 212 siswa yang akan diterima. Karena sebenarnya rata-rata siswa yang mendaftar jaraknya paling jauh 110.130 meter,” ungkapnya saat ditemui disela pendaftaran ulang di Jalan Kapasa Raya Makassar, Rabu (3/7).
Menurutnya, salah satu penyebab kurangnya pendaftar dikarenakan adanya beberapa sekolah yang menjadi pusat pendaftaran dan mengalami penambahan kouta. Salah satunya yang berdekatan dengan SMPN 11 Makassar, yaitu SMPN 25 Makassar, SMPN 9 Makassar dan SMPN 32 Makassar.
“Saya juga heran kenapa di sistem terjadi perubahan, seperti di SMPN 25 Makassar dekat sini kemarin zonasi utamanya terima 200 lebih, tiba-tiba berubah menjadi 300 koutanya. Sama juga di SMPN 9 Makassar yang jadi untuk pilihan pertama, sehingga peminat di SMPN 11 hanya 25 orang saja,” ujarnya.
Begitupun yang dikatakan Kepala sekolah SMPN 16 Makassar, Syaiful Rahman. Syaiful mengakui bahwa SMPN 16 Makassar juga kekurangan jumlah pendaftar. Saat ini pendaftar baru 136 kouta, sedangkan yang akan diterima sebanyak 160 kouta siswa.
“Karena memang rata-rata pendaftarnya banyak yang mengambil pilihan kedua saja sebesar 202 pendaftar. Selebihnya mendaftar di SMPN 14 Makassar dengan SMPN 34 dan 36 Makassar. Penambahan kita masih tunggu seperti apa dari disdik dulu, mungkin belum terpublikasi secara luas ke masyarakat,” tuturnya.
Diketahui, sistem zonasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdampak pada ketimpangan pendaftar di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Makassar.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Makassar membuka kembali pendaftaran siswa baru untuk SMP yang masih kekurangan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abd Rahman Bando membenarkan terjadi ketimpangan pendaftar yang terjadi di semua sekolah. Ada pendaftar yang melebihi kouta di sekolah ada juga yang minim pendaftar.
Rahman pun tak memungkiri jika hal tersebut karena mindset masyarakat yang masih berpikiran adanya sekolah unggulan.
“Ini menandakan mindsetnya masyarakat masih menganggap ada sekolah unggulan. Jadi masih menyerbu sekolah-sekolah unggulan. Ada yang pemdaftarnya sampai 1.000, ada yang sangat sedikit,” katanya.
Hal senada dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pemdidikan Kota Makassar, Munir. Menurutnya, setidaknya ada 18 SMP yang dipastikan membuka kembali pendaftaran. Sebanyak 12 SMP berasal dari SMP lama, sementara enam lainnya dari SMP baru hasil regrouping tahun ini.(ita)
Sekolah Favorit Jadi Penyebab
×

