pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Aksi Buruh dan Mahasiswa Harus Berefek Positif

MAKASSAR, BKM–Peran gerakan mahasiswa dan buruh dalam melakukan perubahan di Indonesia sangat besar, termasuk di Makassar. Namun, setiap aksi yang dilakukan keduanya tak memberikan efek positif bagi masyarakat secara umum, baik dari segi ekonomi, sosial, hukum maupun politik.
Sehingga, mahasiswa dan buruh harus membuka diri dengan elemen lain, termasuk mengkaji setiap isu atau pesan yang ingin disampaikan.
Hal ini disampaikan Dosen Hukum UIN Alauddin, Dr Fadli Andi Natsif SH MH dalam diskusi terbuka dengan tema “Reorientasi Gerakan Mahasiswa dan Buruh di Makassar”, Senin (21/12) di Warkop Cappo. Diskusi ini dilaksanakan Mahasiswa Hukum UIN Alauddin bersama Galesong Institute.
Fadli menambahkan, mahasiswa dan buruh adalah dua komponen yang memiliki keterkaitan dalam melakukan perubahan di negeri ini, khususnya dalam perbaikan ekonomi dan sistem pemerintahan yang baik. Jika mau mereorientasi gerakan saat ini, buruh dan mahasiswa harus kembali melakukan evaluasi, memperjelas tujuan dari gerakan mereka. Sebab, ada tiga unsur gerakan, yakni tingkat local, nasional dan global. Semua harus punya tujuan yang jelas, ungkap Fadly.
Menurutnya lagi, ruang ringkup materi gerakan mahasiswa dan buruh harus diketahui dengan baik, khususnya dalam masalah politik, penegakan hukum maupun ekonomi. “Masalah hukum saat ini banyak mendapat perhatian dan pengawalan, khususnya kasus korupsi. Sedang masalah ekonomi masih bergelut soal kesejahteraan, hingga saat ini belum menemukan titik penyelesaian,” ujarnya.
Untuk itu, ujar Fadli, bentuk gerakan buruh dan mahasiswa harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini, khususnya aksi dijalanan. Gerakan tersebut harus disertai pemahaman yang cukup, bukan hanya sekedar berteriak.
Sementara itu, Ketua Badko HMI Sulselbar, Pahmudin Cholik mengatakan, setiap gerakan yang dilakukan mahasiswa saat ini kurang efektif. Mereka tak aktif melakukan kajian isu sebelum turun ke jalan. Sehingga, banyak gerakan mahasiswa hanya teriakan kosong.
“Sebagai ketua lembaga yang aktif dalam gerakan sosial ditingkat mahasiswa, saya berharap, lembaga intra kampus jangan terlalu takut dalam menghadapi tekanan dari akademik, termasuk soal nilai yang ditahan. Ini menjadi kelemahan selama ini,” paparnya.
Lembaga intra kampus saat ini, jelas Cholik, harus membuka diri dengan melibatkan semua elemen untuk menyamakan visi dan misi dalam melakukan perubahan. Jangan sampai gerakan hari ini tertukar, dimana buruh tampil di depan, sedang mahasiswa tinggal di belakang. Hal ini harus kembali dievaluasi, buruh dan mahasiswa harus sejalan dalam meneriakan satu kebenaran.

Upah Buruh Indonesia Rendah

Sementara itu, Ketua Partai Rakyat Demokrasi (PRD) yang juga aktivis buruh Sulsel, Ansar Manrulu yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi soal reorientasi gerakan mahasiswa dan buruh di Makassar mengatakan, setiap gerakan saat ini harus bisa mengikuti pergerakan zaman, politik maupun ekonomi. Termasuk mahasiswa maupun buruh yang ingin melakukan perbaikan nasib.”Kenapa demo bakar ban masih tetap dilakukan, ini hanya sebagai luapan emosi dan cara menyampaikan informasi yang dinilai paling mudah,”ujarnya.
Hingga saat ini, jelas Ansar, penerapan upah untuk buruh di Indonesia masih sangat rendah. Hal itu diperparah dengan banyaknya perusahaan yang melakukan pelanggaran, tak memberikan hak kepada buruh sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah.
“Upah di Indonesia masih sangat rendah dari semua negara. Sehingga, tak heran jika kita melihat banyak masyarakat memilih bekerja di luar negeri, tak peduli menjadi budak demi mendapatkan uang. Sehingga, banyak dari mereka diperlakukan tak manusiawi,” paparnya.(war)



×


Aksi Buruh dan Mahasiswa Harus Berefek Positif

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar