MAKASSAR, BKM — Selama Januari hingga Desember 2019, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar telah menangai penyakit diare dehidrasi, dispepsia (gangguan pencernaan), dan hipertensi. Pasien dengan penyakit serupa masih ditangani hingga tahun 2020.
Humas dan Pemasaran RSUD Daya Kota Makassar Muhammad Ansar, mengatakan dari hasil rekapan pasien yang ditangani, diketahui penderita penyakit terbanyak selama Januari-Desember 2019 yakni diare dehidrasi yang mencapai 285 pasien. Usianya antara 5-12 tahun, serta usia lanjut.
“Kita menghitung pasien itu dari usia anak-dewasa paling banyak mengalami diare dehidrasi. Sisanya ada penderita gangguan saluran pencernaan 93 pasien. Pnyakit ISPA dan demam 68 pasien. Mereka dirawat dari bulan Januari hingga Desember 2019,” ungkapnya, Kamis (9/1).
Sedangkan di bulan Januari tahun 2020, dari hasil rekapan pasien yang saat ini dirawat inap mencapai 81 orang. Pasien yang masih menjalani perawatan 66 orang dan 10 pasien sudah diperbolehkan pulang.
”Untuk bulan Januari 2020, pasien terbanyak masih penyakit diare dehidrasi. Jumlahnya 85 pasien. Untuk rawat jalan penyakit gangren pulpa sebanyak 289 pasien,” jelasnya.
Sementara itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, di musim hujan seperti sekarang ini, jumlah pasien diare, infeksi saluran pernapasan, dan demam berdarah cukup banyak dirawat di RSUD Labuang Baji. Direktur Utama RSUD Labuang Baji dr Andi Mappatoba mengemukakan, karena kondisi seperti ini sudah diantisipasi, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan pihaknya. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), begitu masuk rumah sakit, prosedur yang ada akan langsung dilaksanakan.
Apalagi, lanjut dia, sekarang status RSUD Labuang Baji sebagai rumah sakit rujukan. Pasien yang masuk adalah mereka yang tidak mampu ditangani rumah sakit tipe C. Sementara sekarang, penanganan pasien DBD di rumah sakit tipe C sudah sangat baik.
“Jadi soal kesiapan dan penanganannya, semua bisa diatasi dengan baik,” ungkap Mappatoba, kemarin.
Selain DBD, penyakot thypoid atau populer disebuti tipes juga cukup banyak ditangani di musim-musim pancaroba seperti saat ini.
“Kalau angkanya, untuk saat ini, pasien DBD maupun tipes belum terlalu banyak,” tambahnya.
Agar terhindari dari penyakit-penyakit tersebut, ia menganjurkan warga untuk senantiasa hidup sehat. Mengonsumsi makanan sehat dan higienis, menjaga lingkungan sekitar rumah, terutama memberantas semua yang memicu terjadinya kasus demam berdarah.
“Misalnya jangan ada genangan air di rumah. Musnahkan kaleng-kaleng yang berserakan. Amannya bisa ditimbun. Selain itu, genangan air harus dihilangkan. Ventilasi udara berfungsi dengan baik,” tandasnya. (ita-rhm)
Waspadai Diare di Musim Penghujan
×

