MAKASSAR, BKM — Mengacu pada hasil rekapitulasi absensi yang telah dirapatkan, Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar kini telah mengantongi nama-nama anggota dewan yang malas mengikuti rapat. Sedikitnya ada sembilan nama yang masuk daftar.
Oleh BK, sembilan legislator malas itu disebutkan dengan inisial. Masing-masing AW, SS, AH, MM, AAK, Sp, SK, AVS dan MS.
Meski nama-namanya sudah ada, namun BK belum berani merilisnya secara resmi kepada publik, dengan alasan menunggu persetujuan Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta.
“Nama-namanya sudah ada, namun kita belum rilis karena masih harus disodorkan ke pimpinan (Ketua DPRD Makassar),” kata Wakil Ketua BK Mustafa Alwi di ruang kerjanya gedung DPRD Makassar, Senin (18/1).
Mustafa Alwi menyebutkan, dari 50 orang anggota DPRD Makassar, BK berhasil menyaring lima anggota DPRD termalas mengikuti rapat kedewanan berdasarkan rekap absensi yang dipegang Bagian Persidangan DPRD Makassar. Rapat-rapat tersebut meliputi rapat komisi, rapat Panitia Khusus (Pansus), rapat Badan Kelengkapan, dan sidang paripurna.
Mustafa Alwi menegaskan, meskipun lima nama tersebut sudah diperlihatkan kepada pimpinan DPRD dan tidak mendapat persetujuan, BK tetap akan merilisnya. Sebab BK adalah badan kelengkapan yang berdiri sendiri, bekerja tanpa intervensi dari siapapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
”BK hanya sekadar menyodorkan nama-nama tersebut ke pimpinan dewan. Setuju atau tidak, nama-nama tersebut tetap akan dirilis,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari Paramastuti mengungkapkan, BK tidak perlu mendapat persetujuan ketika ingin merilis nama-nama anggota dewan yang memang dianggap malas mengikuti rapat. Sebab BK punya hak dalam fungsinya untuk menindaki dewan yang melanggar tata tertib kedewanan.
“Itu haknya BK. Kalaupun BK ingin menyodorkan nama-nama tersebut ke pimpinan, itu sifatnya hanya sekadar koordinasi agar diketahui oleh unsur pimpinan,” terang legislator Nasdem itu.
Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta mengaku belum menerima penyampaian dari BK terkait nama anggota dewan yang malas berkantor. ”Belum saya terima laporannya,” kata Aru, sapaan akrabnya.
Ketika dikonfirmasi, legislator Melanie Mustari yang namanya diinisialkan MM merasa dirinya tidak malas berkantor ataupun ikut rapat di dewan. Ia kemudian balik menuding, ada anggota dewan lain yang lebih malas datang saat paripurna dibandingkan dirinya. Bahkan di Badan Kehormatan salah satu diantaranya.
“Saya juga kaget dibilang malas. Padahal kalau mau dibilang yang merilis ini nama-nama legislator juga malasji datang. Kenapa saya terusji yang dilaporkan,” cetusnya.
Bagaimana respons terhadap sikap BK ini? Ketua Divisi Advokasi dan Pendampingan Masyarakat Sipil Kopel Indonesia, Musaddaq menilai ada kesan BK melindungi rekannya di DPRD, hingga mengurungkan janjinya mempublis nama-nama mereka yang malas mengikuti agenda rapat di dewan.
“Kita masih terus menunggu keberanian BK untuk mempublis secara terang-terangan anggota dewan yang malas mengikuti rapat. Jangan sampai hanya karena laporan tersebut ditutup-tutupi antara BK dan pimpinan dewan, akhirnya tidak diumumkan di publik,” terangnya.
Diakui Musaddaq, publik ingin mengetahui secara pasti siapa-siapa saja anggota dewan yang malas mengikuti rapat. Bahkan kopel sejak lama menagih kinerja BK untuk mengumumkannya.
“Terobosan luar biasa bagi BK, jika tahun ini ada nama-nama anggota dewan malas yang dipublis. Jangan sampai ini hanya janji-janji politik, namun hampa realisasinya. Sebelumnya mereka janji di akhir tahun, tapi tetap ditutupi. Padahal mereka kan punya kewenangan,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan Kopel atas kinerja dan keaktifan para legislator di DPRD Makassar, banyak diantaranya yang malas mengikuti agenda rapat. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakseriusan menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
“Dari cacatan Kopel, kita akui memang ada beberapa legislator yang hanya mencari status sosial, tanpa ada keseriusan untuk mengabdi kepada rakyat sebagai wakil di legislatif,” kata Dadang, sapaan Musaddaq. (dit/rus/b)
BK Sebut Sembilan Legislator Malas
×

