pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemkot Juga tak Laksanakan

PEMERINTAH Kota Makassar sebelumnya berencana melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka awal tahun depan.
Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Termasuk menggelar rapat-rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait.
Namun sayang, jika melihat angka kenaikan kasus covid-19 di yang meningkat sangat drastis, rencana belajar tatap muka kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Plt Disdik Makassar, Andi Irwan Bangsawan menilai, kondisi pandemi Covid-19 di Makassar masih belum dikendalikan dan terus ada peningkatan kasus.
“Hasil survei di lapangan, kondisi masih rawan untuk buka sekolah. Saya menegaskan bahwa sekolah tatap muka belum bisa dilaksanakan,” katanya.
Menurut Irwan, pihaknya masih berupaya untuk mengendalikan covid-19. Apabila ini dapat diatasi, kata dia, barulah bisa berbicara soal jadwal pembukaan sekolah.
“Kondisi sekarang Makassar walaupun dalam zona orange tapi kita harus perhatikan bagaimana bisa dikendalikan Covid-19,” sambungnya.
Tidak ada uji coba belajar tatap muka, yang seperti dilakukan oleh beberapa daerah. Melainkan, disebutkan Irwan, seluruh sekolah nantinya bakal langsung dibuka namun secara bertahap.
“Kita harus berhati-hati ini dalam membuka sekolah, tidak ada uji coba, semua harus dilakukan betul-betul, terjadwal dengan baik,” tutup Kadisnaker Makassar itu.
Ahli epidemiologi Universitas Hasanuddin, Anshariadi juga tidak menyarankan agar sekolah tak buru buru menggelar sekolah tatap muka.
Menurut Ansariadi, kasus Covid 19 di Kota Makassar terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua pekan terakhir. Bahkan dua kali lipat.
“Itukan cukup mengkhawatirkan kalau membuka sekolah lagi karena dulu sekolah ditutup alasannya tinggi. Sekarang tingginya dua kali lipat dibandingkan ketika dulu kita putuskan untuk menutup,” ungka Ansariadi saat ditemui, Senin (21/12).
“Minggu lalu mencapai 1200 kasus, terjadi peningkatan dua kali lipat dari bulan sebelumnya,”tambahnya.
Kendati demikian, saran tersebut hanya berdasarkan pandangan dari sisi epidemiolog. Kebijakan masih ada pada pengambil kebijakan yakni Pemkot Makassar.
“Tapi tentu kita lihat ada pertimbangan lain dari pemerintah melihatnya dari aspek psikologi ekonomi dan lain lain. Saya hanya melihat dari arah epidemiolog melihat transmisi virus ini,” tuturnya. (rhm)




×


Pemkot Juga tak Laksanakan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar