MAKASSAR, BKM–Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengapresiasi pertemuan antara Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin dan Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto demi menyelesaikan masalah lelang jabatan.
“Ini contoh baik, saya apresiasi. Memang pemimpin itu banyak tapi belum mampu menjadi negarawan, inilah contoh-contoh kenegarawan. Bahwa mau duduk semeja untuk menyesuaikan persoalan,” katanya.
Ia menggambarkan, bahwa pemimpin itu harus menjadi suri tauladan di tengah masyarakat. Termasuk bagaimana menjunjung nilai budaya sulsel sipakatau, sipakalebbi, sipakainga.
Nurdin pun berterimakasih kepada Danny, sapaan Moh Ramdhan Pomanto dan Rudy, karena telah membantu menyelesaikan persoalan di Makassar, terutama soal lelang jabatan yang sempat bersoal.
“Saya berterimakasih baik kepada pak Danny, Rudy yang mau duduk semeja. Karena terus terang dari awal saya sudah menyampaikan ke Rudy bahwa usernya itu wali kota terpilih. Sehingga sangat penting untuk membangun komunikasi,” ungkapnya.
“Artinya kita punya niat mau membantu tapi tentu harus dibangun komunikasi supaya niat baik kita, wali kota terpilih paham. Kemarin sudah tercapai perundingan,” tambah Nurdin.
Sehari sebelumnya, Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, kedatangannya ke Balai Kota karena memenuhi undangan Pj Wali Kota Rudy Jamaluddin. “Saya sudah bilang, kalau pj undang saya datang. Saya tergantung. Kan kita diberi warisan oleh orangtua kita tentang sipakatu, sipakalebbi, sipakainga. Itu yang merekatkan kita semua. Dan hari ini, kita mempraktikkan kultur itu. Kita coba lihat tidak ada masalah. Kalaupun ada masalah, semua selesai dengan komunikasi yang baik,” tandas Danny.
Dia mengemukakan, salah satu yang dibahas dalam pertemuannya dengan pj wali kota ada terkait persiapan pelantikan. Danny mengaku tidak ingin neko-neko dalam prosesi pelantikannya sebagai wali kota terpilih.
“Kalau saya, kita ikut saja arahan pemerintah pusat dan Bapak Gubernur, karena ini kan pelantikan serentak dan itu otorisasinya ada di Mendagri. Kita tunggu saja,” katanya. (nug)

