pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berawal dari Video Iseng Penjual Garam

Kisah Selebgram Husen ”Mamak Ramlah”

BAGI yang rajin berselancar di sosial media, tokoh Mamak Ramlah tentu tidak asing lagi. Memiliki karakter yang kadang berubah-ubah membuatnya banyak dikenal. Ia berbagi kisah dalam program Serba Serbi Selebgram di podcast Youtube Berita Kota Makassar.

Perawakannya tinggi. Kulit putih. Rambut lurus model belah dua. Mengenakan baju kain warna biru, dipadu celana panjang berwarna putih. Ditanya namanya, dia menyebut Husen. Itu saja. Tak ada embel-embel.

Pria inilah pemeran Mamak Ramlah yang sangat hits itu. Ia juga seorang pemain film. Pernah berlakon dalam film Silariang.

Kepada host Putri Sasongko, Husen bertutur bahwa ia mulai bergelut di dunia maya pada tahun 2015-2016. Awalnya bekerja di sebuah event organizer (EO) yang ada di Makassar. Husain memang berbeda dengan lelaki pada umumnya. Tingkah dan lakunya, serta cara bicaranya yang lebih cenderung feminin, akhirnya sebutan Mamak Ramlah disematkan pada dirinya.

”Awalnya itu cuma iseng buat video tentang penjual garam. Kemudian diuppload ke Path. Selanjutnya banyak yang share dan akhirnya viral,” terangnya.

Dalam konten di Instagram yang dibuatnya, Mamak Ramlah banyak menampilkan dirinya seolah-olah seorang diva. Kadang pula menjadi ibu-ibu yang sibuk di dapur. Bisa menjadi apa saja.

Untuk urusan penampilan, tentu menjadi hal yang nomor satu bagi Mak Ramlah. Karena hal inilah yang membuatnya menemukan ciri khasnya sendiri, yakni harus selalu berpenampilan supermega diva.

“Saya memang harus memiliki penampilan yang berbeda. Untuk baju saya beli sendiri, dan kadang-kadang juga jahit sendiri. Referensinya biasa searching di Google dan Instagram,” bebernya.

Dengan cara seperti itu, Husen membranding dirinya agar makin dikenal oleh banyak orang. Tidak heran bila ia kemudian kerap diendors oleh beberapa UMKM. Tentunya dengan tarif yang berbeda-beda.

Mama Ramlah diajak bekerja sama untuk membantu dan mensupport beberapa UMKM yang ada di Makassar. Dengan begitu, makin banyak orang yang kenal usaha tersebut. Apalagi Mamak Ramlah dikenal sebagai pribadi yang ramah serta mudah akrab dengan orang lain.

Selain memperhatikan baju yang dikenakannya, Mamka Ramlah juga peduli dengan make up yang dipakainya. Untuk urusan yang satu ini, dia bisa mencari MUA (make up artis) setiap kali mau show. Ada beberapa MUA yang menjadi langgannya. Tidak hanya satu. Alasannya, karena MUA memiliki banyak job.

Di awal kemunculannya, sebenarnya Mama Ramlah bersama dua orang temannya yang tergabung dalam Dark Angel. Namun karena kesibukannya yang cukup padat, Mamak Ramlah akhirnya memilih untuk jalan sendiri. Pada saat show, dirinya memilih untuk lypsinc dibanding menggunakan suara asli.

Sebab ia tidak percaya diri dengan suaranya sendiri. Walau begitu, cukup banyak undangan yang datang untuknya. Mulai dari acara pernikahan, 17 Agustusan dan kegiatan lainnya.

Husen kembali mengenang di awal karinya yang dimulai dari bawah, dia hanya diundang di acara kecil-kecilan. Harus duduk di samping panggung.

Seiring perjalanan waktu dan kerapnya ia muncul di sosial media, undangan yang datang levelnya naik. Mamak Ramlah diundang untuk menghibur di pernikahan yang tergolong besar. Tidak lagi sekadar duduk di samping panggung. Bahkan terkadang berkolaborasi dengan selebgram lainnya.

Selain sebagai seorang selebgram, Mamak Ramlah juga memiliki usaha kuliner. Namanya, Dapur Mamak Ramlah. Kehadirannya sudah kurang lebih tiga tahun. Didirikan di tahun 2017.

”Awalnya hanya pesan online dari rumah. Jadi baru dua tahun terakhir dapat tempat alias outlet di Topaz. Buka setiap hari Senin sampa Minggu,” terangnya.

Mamak Ramlah lalu memperkenalkan menu makanan yang ditawarkan di bisnis kulinernya. Ada menu paket ayam krispy dan paket ayam geprek. Harganya mulai dari Rp30 ribu, sudah bisa menikmati paket komplit berisi nasi, telur, perkedel, dan juga ayam.

Ayam dari Dapur Mamak Ramlah berbeda dengan yang lain, karena menggunakan ayam kampung. Juga rutin menghadirkan menu baru. “Kita sudah telusuri rumah makan lainnya, kebanyakan menggunakan ayam potong. Kita ingin berbeda dari yang lain. Akhirnya diputuskan untuk menggunakan ayam kampung,” tandasnya.

Sejak bulan lalu, Dapur Mamak Ramlah menghadirkan menu baru, yaitu cumi-cumi, mi goreng, perkedel jagung, telur dadar, sambal pete hati empela. Ia selalu melakukan inovasi dan mengikuti tren yang ada agar usaha kulinernya tetap bisa bersaing. Mamak Ramlah mengaku mendapat inspirasi dari setiap kali dirinya makan di luar.

Sebelum di kuliner, Husen sudah lebih dulu menjalani bisnis baju kaus dengan brand Berupako. Satu kata itu dia ambil dari sebuah dialog dalam adegan film yang diperaninya. Hasilnya, baju kaus ini sudah memasuki seri kelima. Ada berbagai ukuran yang ditawarkan. Dua di antaranya ia perlihatkan di sela-sela wawancara berlangsung.

Sebagai seorang influencer, Mamak Ramlah tentu memiliki banyak followers. Ada yang suka dan ada pula yang menjadi haters.

Menanggapi warganet yang kerap berkomentar jahat mengenai dirinya, ia tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut. ”Kita ini hidup bukan di dunia maya. Ada kehidupan nyata yang harus kita hadapi. Kalau di dunia maya memang ajangnya untuk memamerkan karya. Terserah di sosial media kita bebas untuk melakukan apa saja,” kata Husen, yang juga memiliki barbershop di Jalan Ratulangi bernama Mama Ramlah Barbershop. (pkl)



×


Berawal dari Video Iseng Penjual Garam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link