SELAIN berjualan bunga, Lina juga menjual pot bunga plastik. Harganya juga berbeda-beda mulai dari Rp10 ribu sampai Rp60 ribu.
Laporan: WARTA SHALLY HIDAYAT
“Kadang orang beli bunga juga cari pot, jadi saya sediakan pot pot yang menarik perhatian pembeli, hitung hitung tambahan,” terangnya.
Ia juga mengaku, saat ini penjualannya mulai menurun, namun tetap ada orang yang membeli, apalagi yang hobby memelihara bunga pasti suka dengan jenis bunga yang baru. Jadi trend menanam bungan dulu pernah viral, namun sekarang sudah mulai hilang dan mempengaruhi penjualan.
Harapannya, semoga pandemi ini segera berakhir dan pemerintah lebih memperhatikan UMKM yang ada di Makassar terutama para pedagang bunga yang hanya musiman saja.
“Kami hanya berharap dukungan dan bantuan modal dari pemerintah untuk melanjutkan usaha kami. Termasuk bagaimana peran pemerintah mensosialisasikan ke masyarakat akan pentingnya memelihara bunga,”ujarnya.
Lina mengaku, penjualan bunga mulai layu sejak pembatasan sosial akibat pandemi covid-19. Pengunjung yang menyambangi usaha bunganyapun berkurang secara drastis.
Ia menjelaskan di awal pandemi masyarakat yang dilockdown kebingungan, sehingga membuat banyaknya antusias pembeli tanaman di awal masa pandemi. Tapi lewat setahun, antusiasme masyarakat pecinta bunga mulai menurun.
Dalam usahanya ia menjual berbagai jenis bunga diantaranya, aglo, anggrek, lavender, mawar, kembang sepatu, bunga lombok, kaktus, dan masih banyak lagi. “Kadang-kadang juga orang beli banyak jenis bunga, satu orang kadang beli sebanyak dua juta dengan berbagai jenis bunga, dan yang paling rendah itu lima ratus. Sehari kadang kita bisa dapat Rp7 juta,” lanjutnya.
Jenis bunga yang ia jual sebagian berasal dari Malino dan juga ada yang di pesan langsung dari Jawa sehingga harga penjualan berbeda beda tergantung berapa ongkir yang didapat. Harga bunga yang di tawarkan oleh Toko bunga Flower Lina ini mulai dari harga 10 ribu hingga yang paling mahal 700 ribu.
“Disini kita jual bunga asal sudah kembali modal dan di tambah ongkos kirimnya berapa, misal harga bunga yang di tempati pesan 50 ribu, ongkirnya 20 ribu jadi kita jual dsini 100 ribu, belum juga harus di rawat kalau sudah sampai disini bunganya. Tapi saat ini mulai menurun,” jelas ibu ber anak dua tersebut. (*)

