pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemkot Rancang Sekolah Terintegrasi Mulai TK Sampai SMA

Sebanyak 4.508 Anak SD dan SMK Putus Sekolah

ANAK putus sekolah di Makassar masih tinggi. Selama lima tahun terakhir, sejak 2016 hingga 2020, tercatat sebanyak 4.508 anak jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tidak bersekolah.

Laporan: RAHMA AMRI

Data anak putus sekolah itu terhimpun dari murid SD alias usia 7-12 tahun dan siswa SMP usia 13-15 tahun. Rinciannya, 1.784 untuk SD dan 2.724 untuk tingkat SMP.

Pada sosialisasi strategi penanganan anak tidak sekolah dan anak berisiko putus sekolah akibat dampak covid-19 di Kota Makassar yang berlangsung di Swissbell Hotel, Senin (11/10), data terkait anak putus sekolah itu dibeberkan.
Angka ini pun terbilang cukup tinggi. Khususnya dalam dua tahun terakhir sejak 2019 hingga 2020. Angkanya melonjak drastis dibandingkan tiga tahun sebelumnya, yaitu sejak 2016 hingga 2018.
Pada 2019 misalnya, 906 anak putus sekolah untuk tingkat SD. Sementara di tahun sebelumnya, angkanya berada di 153 anak. Kemudian untuk SMP menjadi 1.362 pada 2019, dari sebelumnya 417 anak.
Memasuki tahun 2020, angkanya masih tetap tinggi, meski cenderung turun. Untuk tingkat SD ada 639 anak putus sekolah. Sementara untuk tingkat SMP tercatat ada 895 anak yang statusnya tidak bersekolah lagi.
Bunda PAUD Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail pun menyayangkan kondisi pendidikan yang ada saat ini. Angka putus sekolah yang masih terbilang tinggi, disebutnya menjadi cerminan kualitas pendidikan di Kota Makassar.
Menurutnya, salah satu yang menyebabkan angka anak putus sekolah tinggi adalah fasilitas atau sarana dan prasarana pendidikan. Sebab, kata dia, sejauh ini fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah negeri masih sangat jauh dari sekolah swasta.

“Saya turun melihat fasilitas yang ada tidak memadai menurut saya. Beda dengan swasta. Ini mestinya kita lebih baik, dan harapan saya berharap sekolah itu bisa gratis,” kata dia.
Program sekolah terintegrasi yang dicanangkan Pemkot Makassar disebutnya bakal menjadi solusi. Keberadaan sekolah terintegrasi akan membantu anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan.
“Sampai saat ini pemkot melalui Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah) sudah merancang untuk lima sekolah. Jadi nanti mulai TK sampai SMA di situ terintegrasi,” paparnya.
Ke depan, lanjutnya, pemkot berencana membangun sekolah berfasilitas sangat bagus minimal satu di setiap kecamatan. “Kita akan menghadapi tantangan. Jadi kita harus terus berbenah terutama dari sisi fasilitas,” bebernya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Nielma Palamba mengemukakan, program sekolah terintegrasi di Makassar sudah mulai disusun. Termasuk mempersiapkan sarana dan prasarana pendukungnya.
“Itu konsepnya, satu anak harus selesai sekolah. Jadi di satu lokasi itu sudah ada TK, SD, SMP, bahkan SMA. Nah setelah lulus misalnya TK, langsung lanjut di sekolah itu juga dan seterusnya,” terang Nielma.
Nielma mengakui saat ini jumlah sekolah yang tersedia juga belum mampu menampung seluruh peserta didik di Kota Makassar. Sehingga mau tidak mau, harus ada anak-anak yang bersekolah di sekolah swasta.
“Kalau swasta kan kita ketahui pasti berbeda. Pertama dari segi pembayaran. Kalau di negeri kita gratis. Di swasta dia akan bayar uang SPP setiap semester,” kata dia. (rhm)




×


Pemkot Rancang Sekolah Terintegrasi Mulai TK Sampai SMA

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link