KEMACETAN panjang kerapkali terjadi di Jalan Tun Abdul Razak. Puluhan pengendara yang ingin melintas dari arah Makassar menuju Kabupaten Gowa menjadi terhambat. Kondisi ini terjadi pada pagi dan sore hari.
Para pengendara menyayangkan ditutupnya bukaan median di jalan tersebut yang membuat pengendara yang ingin mengubah arah harus mencari bukaan median lain yang jaraknya lebih jauh. Pemgendara mengeluhkan kurangnya bukaan median di ruas jalan tersebut yang menyebabkan kemacetan.
Warga sekitar juga berharap agar pemerintah dapat mencari solusi untuk mengurai kemacetan yang hampir tiap hari terjadi di Jalan Tun Abdul Razak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, menegaskan, bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel telah melayangkan surat solusi yang tepat untuk kemacetan di Jalan Tun Abdul Razak ke Pemerintah Kabupaten Gowa, namun tetap pengambil kebijakan ada pada bupati Gowa
“Kami sudah menyurat ke bupati Gowa. Pada surat pertama bupati Gowa menolak, karena beliau melihat akan menimbulkan kemacetan dari yang ada saat ini. Pada surat kedua kamipun sudah mengusulkan ke bupati, tapi belum tau apa pak bupati mau. Kami terus melakukan komunikasi ulang, karena administratifnya ada pada pak bupati ini dan harus ada persetujuan pemerintah setempat,” jelas Muhammad Arafah, saat dikonfirmasi, Senin (14/2).
Hal yang sama dikatakan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Aruddini. Ia mengatakan, dirinya telah melakukan survei guna mengurai kemacetan di Jalan Tun Abdul Razak dan dirinya telah mengajukan ke bupati Gowa saat ini tengah menunggu kebijakan bupati.
“Kami sudah survei. Usai survei kami lakukan rapat dengan dishub Gowa. Tinggal tunggu keputusan pak bupati,” terang Aruddini.
Aruddini menambahkan, kemacetan yang terjadi tidak hanya dikarenakan volume kendaraan, melainkan juga dikarenakan kondisi jalan yang rusak.”Bagaimana tidak terjadi antrian panjang, Tun Abdul Razak itu yang bikin macet antrian panjang itu karena jalan yang rusak,” terangnya.
Adapun usulan yang diajukan Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel bukaan depan jalan Pao-Pao tetap terbuka. Sedangkan bukaan Jalan Tun Abdul Razak (depan dealer Honda/putaran Citraland) akan kembali dibuka dan untuk tutupan akses jalur Minasa Upa tetap menggunakan portal buka-tutup.
“Ini urgent untuk kita laksanakan. Evaluasi secara keseluruhan akan kami lakukan untuk mengurai kemacetan termasuk jalur Teman Bus mana yang dibutuhkan.Apa masyarakat membutuhkan itu dengan harapan mengurangi bukan menambah kemacetan. Kan teman Bus ada dengan niat mengurangi kemacetan,” ungkapnya. (jun)

