MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berupaya untuk menekan angka stunting. Berbagai upaya dilakukan, termasuk memasifkan sosialisasi hingga ke lorong-lorong bagaimana cara untuk mencegah stunting.
Dari segi penganggaran, Pemkot Makassar berencana akan mengucurkan dana sekitar Rp7,65 miliar untuk penanganan stunting tahun depan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Chaidir menerangkan setiap kelurahan nantinya akan mendapat anggaran pencegahan dan penanganan stunting sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut murni bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.
“Jadi tahun depan kita akan siapkan anggaran Rp50 juta untuk masing-masing kelurahan dalam menangani dan mencegah stunting ini,” ungkapnya saat membuka kegiatan Promosi dan Sosialisasi Program Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga di Hotel The Rinra, Selasa (23/8).
Dengan komitmen dan perhatian yang cukup besar terhadap penanganan stunting, Chaidir optimistis Makassar bisa zero stunting pada tahun 2024 mendatang.
Saat ini, Kota Makassar merupakan daerah dengan angka stunting paling rendah di Sulawesi Selatan dengan persentase 18,8 persen. Sementara daerah dengan angka stunting tertinggi adalah Kabupaten Jeneponto.
Walaupun tercatat sebagai daerah dengan angka stunting terendah, menurut Chaidir, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait, termasuk keterlibatan Tim Penggerak PKK secara massif melakukan edukasi hingga ke lorong-lorong.
“Kita tidak mau terlena dengan data yang menyebutkan Makassar terendah angka stuntingnya. Kita tetap massif melakukan edukasi hingga ke lorong-lorong,” ungkapnya.
Jika tahun lalu, Pemkot Makassar menyasar 33 lokus, tahun ini semakin menurun tinggal menjadi 20 lokus.
Jika tahun lalu, kasus stunting terbanyak ditemukan di Kecamatan Sangkarrang, maka tahun ini di Kecamatan Tamalanrea.
“Kita tahu Tamalanrea salah satu wilayah yang luas dengan jumlah penduduk cukup banyak di Makassar,” tambah Chaidir.
Untuk menangani stunting ini, salah satu upaya yang ditempuh adalah bagaimana memaksimalkan fungsi tribina. Yakni Bina Balita, Bina Remaja, dan Bina Lansia. (rhm)

