pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pengemis Juragan Emas Hingga Badut Berpenghasilan Rp800 Ribu

Dinsos Rutin Lakukan Penertiban di Jalan

int SILVER--Manusia Silver memperagakan layaknya patung dan berdiri di jalan saat lampu merah di perempatan Jalan Gunung Bawakaraeng - Jalan Gunung Latimojong Makassar.Saat Dinsos Makassar melakukan penertiban ternyata mereka bisa meraup keuntungan hingga Rp800 ribu per hari.

MAKASSAR, BKM — Dinas Sosial Kota Makassar intens melakukan pemantauan, pengawasan, dan penertiban anak jalanan, gelandangan dan pengemis (anjal gepeng).Langkah itu dilakukan karena anjal gepeng semakin menjamur di kota metropolitan ini.

Para anjal dan gepeng kerap melakukan aksi minta-minta dengan berbagai modus. Mulai dari berkedok sebagai pemulung, badut, pengamen jalanan, hingga manusia silver.
Dari penertiban yang dilakukan intensif sejak Ramadan lalu, Dinsos menemukan sejumlah fakta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Pangerang Nur Akbar mengatakan, dari beberapa kali penertiban dan assesment, pihaknya menemukan fakta menarik dari para anjal gepeng.

Mantan Camat Panakkukang itu mengatakan setelah diwawancarai, banyak diantara mereka yang punya kehidupan layak dan berkecukupan.
“Seperti manusia silver yang kami jaring di Jalan Sungai Saddang saat Ramadan lalu. Saat ditanya berapa penghasilan yang diperoleh menjadi manusia Siver, yang bersangkutan menyebutkan bisa mencapai Rp8 juta per bulan,” ungkap Andi Pangerang saat diwawancara di Hotel Four Point by Sheraton, Rabu (24/4).
Andi Pangerang melanjutkan, berdasarkan pengakuan salah satu manusia silver berjenis kelamin perempuan, H (26), mereka bekerja secara berkelompok. Satu kelompok bisa terdiri dari dua sampai tiga orang.

Dari penertiban, lanjutnya, Dinsos melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang juga menemukan seorang wanita berkedok pengemis membawa sejumlah nota pembelanjaan emas di tasnya. Emas-emas itu diperoleh dari hasil mengemis.
“Itukan berarti yang bersangkutan sudah hidup cukup layak. Karena sudah bisa berinvestasi dengan membeli emas.
Temuan lainnya, seorang anak inisial S menjalankan peran sebagai badut jalanan. Ia mengakui penghasilan dari kegiatan itu mencapai Rp800 ribu per hari.
Karena beberapa temuan di atas, Pangerang berharap masyarakat tidak asal memberi bantuan kepada anak jalanan gelandangan dan pengemis yang menjamur di jalanan.
Tindakan memberi uang di jalanan justru membuat para pengemis semakin malas untuk mendapat pekerjaan dengan cara yang benar.
“Ini menjadi fakta dan harus diberitahu masyarakat bahwa jangan kita terpengaruh dengan gimmick, penampilan, kemudian kita ubah dan memberi yang padahal kita tidak tahu kondisi rilnya,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang warga bernama Fajar mengaku jika pemerintah telah melarang pengguna jalan memberi uang ke pengemis dan gelandangan.Olehnya itu, ia sudah sampaikan ke keluarganya untuk tidak memberi uang di jalan.”Kita kasihan juga, tapi kalau rata-rata pengemis hanya berkedok mencari uang sementara hidupnya berkecukupan sama saja kita dibohongi,”jelasnya. (rhm)



×


Pengemis Juragan Emas Hingga Badut Berpenghasilan Rp800 Ribu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link