pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Usai Program Pisang, Prof Zudan Canangkan Gerakan Satu Pohon Tiap KK

ist CANANGKAN--Pj Gubernur Prof Zudan melaunching Gerakan Sulsel Menanam usai memimpin upacara peringatan HKN di Kantor Gubernur Sulsel,Senin (20/5). Jenis pohon yang ditanam antara lain ketapang kencana, gelodokan dan bitti.

MAKASSAR,BKM–Berganti kepemimpinan di Pemerintah Provinsi Sulsel otomatis berganti juga kebijakan dari seorang gubernur.Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin telah mencanangkan Gerakan Gemar Menanam Pisang Cavendish.Selama delapan bulan gerakan menanam pisang dilakukan di sejumlah kabupaten di Sulsel.Hanya saja, nasib Pisang Cavendish belum jelas apakah dilanjutkan oleh Penjabat Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh atau tidak.

Apalagi, Pj Gubernur Prof Zudan usai memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Gubernur Sulsel ia langsung melaunching Gerakan Sulsel Menanam, Sein (20/5). Jenis pohon yang ditanam antara lain ketapang kencana, gelodokan dan bitti.
Prof Zudan menyampaikan arah pembangunan Sulsel menerapkan kebijakan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Salah satu prasyaratnya adalah lestarinya lingkungan. Oleh karena itu, gerakan menanam pohon menjadi fokus untuk melestarikan lingkungan di Sulsel.
“Salah satu prasyaratnya adalah lestarinya lingkungan. Maka mari kita bersama-sama menuju kebangkitan kedua itu, kita lestarikan Sulawesi Selatan,” kata Prof Zudan.
Jika setiap rumah tangga menanam satu pohon, dengan data kependudukan sebanyak 2,9 juta kepala keluarga, Sulsel dapat menanam 2,9 juta pohon baru. Bahkan jika hanya satu pohon per bulan, ini akan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi wilayah tersebut.
“Bumi Sulawesi Selatan kita buat lebih hijau lagi, lebih lestari lagi. Konkritnya dengan Gerakan Sulsel Menanam,” harapnya.
Untuk mengajak masyarakat berpartisipasi, diperlukan Gerakan Menanam Bersama. Semua elemen, termasuk kepala OPD, ASN, guru, imam masjid, pendakwah, dan pembawa risalah, harus berperan dalam menyampaikan pesan ini. Mulai dari sekolah-sekolah hingga kantor pemerintah. Termasuk Pemprov juga akan melakukan pembagian bibit pohon.
“Satu rumah tangga satu pohon, yang tidak punya tanah bisa menanam di pot, prinsipnya tanami Sulsel, satu rumah satu pohon, satu bulan satu pohon. Ini luar biasa,” katanya.
Semangat kebangkitan kedua ini merupakan bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas. (jun)

Minta Dukungan Doa

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh saat memimpin rapat koordinasi awal sekaligus perkenalan dan silaturahmi bersama para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur, Senin, 20 Mei 2024, Zudan memperkenalkan diri dan meminta dukungan serta doa dari semua yang hadir. Dalam pertemuan tersebut, visi bersama dibagikan, dengan fokus pada percepatan penyelesaian masalah dan pelayanan untuk masyarakat agar bahagia dan sejahtera.
“Saya memperkenalkan diri dan juga untuk meminta dukungan dan doa dari semua. Didalamnya kami juga berbagi visi bersama, kita akan melakukan apa,” kata Zudan.

Pendekatannya adalah bagaimana seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pemerintah provinsi bersama jajaran di kabupaten dapat mendorong untuk membahagiakan masyarakat melalui program-program yang mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, dan ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya bergerak cepat dalam menghadapi perubahan teknologi.
Program prioritas yang sudah ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) akan diperkuat melalui penajaman-penajaman program.
Prof Zudan mengatakan, pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah adalah berkelanjutan, dan ia menghormati karya-karya pejabat sebelumnya.
“Bisa jadi yang kita lakukan adalah karya Pak Amin Syam, dilanjutkan Pak Syahrul, Penjabat Soni Sumarsono, Pak Nurdin, Pak Andi Sudirman, Mas Bahtiar, saya,” ucapnya.

Dalam semangat melanjutkan program yang relevan, dia mengibaratkannya seperti membangun sebuah bangunan, dimana setiap langkah membutuhkan kerjasama dan penghargaan terhadap pendahulu.
“Ibarat bangunan, saya ada di batu bata kesekian, kita tidak akan ada di batu yang tinggi tanpa batu bata sebelumnya. Jadi kita harus berterima kasih pada pendahulu kita, jadi hormati semua pimpinan kita,” jelasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, fokus saat ini adalah peningkatan pelayanan publik dengan menerapkan tanda tangan elektronik. Sulawesi Selatan siap berlari cepat berkat Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan infrastruktur yang baik.
Sementara, dalam menyambut Pilkada serentak, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) juga telah siap. Prof Zudan menekankan netralitas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melayani tanpa diskriminasi serta menghindari kebijakan yang menguntungkan pasangan calon tertentu.(jun)



×


Usai Program Pisang, Prof Zudan Canangkan Gerakan Satu Pohon Tiap KK

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link