pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jokowi Hanya Tiga Jam di Makassar

Batal ke GOR Sudiang,Pemkot Tetap Ajukan Rp100 M di APBD 2025

int Pantauan satelit titik lahan pembangunan stadion di kawasan GOR Sudiang Makassar.Presiden RI Jokowi batal datang melakukan groundbreaking di lokasi tersebut.

MAKASSAR, BKM — Presiden RI Jokowi rencananya akan tiba di kota Makassar 6 September mendatang.Hanya sekitar 3 sampai 4 jam di kota Daeng.Adapun kunjungan kerja Presiden yakni meresmikan Rumah Sakit Vertikal Otak Jantung dan Kanker yang ada di Center Point of Indonesia (CoI) serta meresmikan tambahan layanan yang ada di Rumah Sakit Wahidin.

Agenda yang awalnya Stadion Bertaraf Internasional GOR Sudiang dikabarkan akan digroundbreaking oleh Jokowi itu batal karena kunjungan kerja Presiden di Sulsel tidak sampai sehari.
“Agenda bapak Presiden di sini ternyata hanya beberapa jam, sekitar 3-4 jam. Jadi belum bisa banyak, biasanya beliau itu ke pasar, kami juga menawarkan groundbreaking (Stadion Sudiang),” kata Zudan, Selasa (3/9).
Adapun kunjungan kerja Presiden Jokowi di Sulsel hanya untuk meresmikan RSV Otak Jantung dan Kanker yang ada di CoI, Makassar dan meresmikan tambahan layanan yang ada di RS Wahidin.

Kendati demikian ujar Prof Zudan, kunjung Presiden Jokowi pada kesempatan yang berbeda diharapkan dapat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Stadion Sudiang.
“Jadi baru dua itu. Mudah-mudahan di lain kesempatan bisa ke sini lagi sesuai dengan yang kita harapkan,” pungkasnya.
Meski begitu, secara marathon, pihak eksekutif dan legislatif melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar.
Tuntas merampungkan APBD Perubahan 2024, Pemkot dan DPRD Makassar saat ini fokus untuk membahas APBD Pokok 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Andi Zulkifli Nanda mengatakan, Pemkot Makassar sudah mengajukan draft Rancangan APBD Pokok 2025 ke DPRD Makassar pada Juli 2024 lalu.
Namun jika melihat kondisi saat ini, kemungkinan besar RAPBD Pokok 2025 akan dibahas oleh anggota DPRD Makassar terpilih masa jabatan 2024/2029.
“Kemungkinan akan dibahas anggota DPRD Makassar yang baru. Mengingat masa jabatan DPRD saat ini sudah akan berakhir. Tanggal 9 September pelantikan wakil rakyat baru. Sementara tanggal 5 September, kantor DPRD sudah steril dari berbagai aktifitas,” kata lelaki yang akrab disapa Zul, Selasa (3/9).

Dia menerangkan, sebagai gambaran, proyeksi APBD Pokok 2025 tidak akan jauh beda dengan APBD Pokok 2024.
Namun dia belum bisa memastikan besaran nilainya karena masih sebatas draft.

Berita Terkait:

Mantan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) Kota Makassar itu melanjutkan sesuai dengan perencanaan, ada beberapa program strategis yang penganggarannya akan dimasukkan ke APBD Pokok 2025.
Salah satunya adalah ducting sharing atau sistem penataan kabel bawah tanah. Seperti diketahui program ducting sharing ini gagal dieksekusi tahun ini sehingga diharapkan mampu terealisasi tahun depan.
Selain itu, Pemkot Makassar juga masih akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar tahun depan untuk pembangunan infrastruktur Stadion Sudiang.
“Jadi kita usulkan ducting sharing untuk dimasukkan.

Kita juga ajukan insfrastruktur jalanan dan drainase Stadion Sudiang. Kami ajukan Rp100 miliar. Karena ini stadion juga kita di Pemkot supporting,” imbuh Zul.
Dia menambahkan, khusus untuk pembiayaan infrastruktur Stadion Sudiang, ada dua alternatif yang bisa dilakukan sesuai hasil koordinasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri.
“Kalau tidak menggunakan bantuan keuangan khusus, bisa dengan model hibah lahan,” tandas Zul. (rhm-jun)



×


Jokowi Hanya Tiga Jam di Makassar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link