MAKASSAR, BKM– Prevelansi stunting di Kota Makassar mengalami peningkatan. Dari 18,4 persen menjadi 25,6 persen.Padahal, sesuai target nasional, angka stunting di Kota Makassar tahun ini harus landai di angka 14 persen.
Berbagai cara dilakukan Pemkot Makassar untuk mengintervensi stunting.
Salah satunya, dengan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk swasta melalui program CSR.
Seperti yang dilakukan PT Nusantara Infrastructure bekerjasama dengan RS Hermina, UIN Alauddin, dan Rumah Zakat.
Melalui program Nusantara Peduli Stunting, perusahaan ini berkomitmen ambil bagian dalam penanganan stunting.
Program tersebut diresmikan Pjs Wali Kota Makassar Andi Arwin Azis di Puskesmas Kaluku Bodoa, Rabu (30/10).
Arwin mengapresiasi inisiatif PT Nusantara Infrastructure yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menangani masalah stunting di Kota Makassar.
“Program kolaboratif seperti ini sangat penting, karena Pemda tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi stunting. Kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak membawa dampak signifikan bagi kesehatan masyarakat kita,” ucap Arwin.
Pemerintah Kota Makassar, kata Arwin, berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan program pemerintah pusat.
“Saya hadir di sini untuk menunjukkan bahwa Pemkot Makassar sangat serius dalam upaya penurunan stunting, dan saya instruksikan kepada perangkat daerah untuk terus menjalin koordinasi dengan seluruh pihak terkait,” tambahnya.
Selain itu, Arwin juga menyoroti gerakan Pemkot Makassar, seperti kampanye Gerakan Makan Telur untuk mengatasi stunting, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sementara itu, Lurah Pannampu, Imam Hanafi Harris mengatakan, khusus di Kelurahan Pannampu, intervensi dilakukan melaui Program Rumah Gizi PKK Kampung KB Nusa Indah Tahun 2024.
Dia memaparkan, bantuan sudah mengalir dari berbagai kalangan untuk mengatasi persoalan stunting di Kelurahan Pannampu.
Diantaranya dari Rumah Zakat Makassar yang menyalurkan bantuan pangan lokal kepada 30 Keluarga Resiko Stunting selama tiga bulan.
Dinas Kesehatan Provinsi (Pappadeceng Gizi) kepada 11 ibu hamil kurang energi kronis (Bumil KEK) dan 20 Anak Stunting selama 56 hari.
Ada juga bantuan program makanan tambahan (PMT) Lokal Kepada 9 Bumil KEK selama 120 hari, bantuan PMT Lokal kepada 21 anak stunting selama 56 hari.
Dinas Dalduk KB Kepada 22 anak stunting selama 30 hari, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Makassar berupa PMT Lokal kepada 150 sasaran balita/lansia selama 12 bulan.
“Hari ini (kemarin), melalui CSR PT Nusantara Infrastruktur berupa pemberian makanan tambahan lokal dan vitamin kepada 30 Bumil KEK dan 13 Anak Stunting selama 1 Tahun,” ungkap Imam.
Ada juga CSR dari Rumah Sakit Hermina berupa pemeriksaan Bumil Gratis sebanyak 30 Bumil KEK selama 1 Tahun, dan dari Universitas UIN Alaudin Makassar bantuan pendampingan oleh Tim Gizi kepada sasaran yang di intervensi selama 1 Tahun. (rhm)

