TAHUN 2025 ini menjadi momentum untuk menghadirkan resolusi, inovasi, dan aspirasi bagi kepentingan bersama. Dalam masa pemerintahan yang baru ini tentu sebagai masyarakat kita harus senantiasa kritis dan optimis terhadap program yang dicanangkan. Termasuk program yang ditujukan bagi para petani.
Salah satu visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih dalam bidang pertanian adalah swasembada pangan. Swasembada pangan sendiri merupakan kemampuan suatu negara untuk memproduksi pangan sendiri, sehingga tidak bergantung pada impor dari negara lain.
Realisasi swasembada pangan menjadi salah satu tujuan utama untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menciptakan kondisi pangan yang stabil dan cukup untuk seluruh masyarakat.
Swasembada pangan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat ekonomi domestik guna mewujudkan cita-cita menuju Indonesia emas pada tahun 2045.
Dalam upayanya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus berusaha meningkatkan produktivitas pertanian dengan memberikan edukasi kepada petani dalam memperkenalkan teknologi pertanian modern, serta memperbaiki sistem irigasi dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien.
Untuk mewujudkan swasembada pangan, petani menjadi garda terdepan dalam upaya ini. Oleh karena itu, pemberdayaan petani melalui penyuluhan, akses terhadap bibit unggul, dan bantuan keuangan untuk meningkatkan kapasitas produksi sangat dibutuhkan. Peningkatan infrastruktur seperti jalan, fasilitas pengolahan hasil pertanian, dan pasar juga mendukung kelancaran distribusi pangan.
Pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan berbagai kebijakan yang mendukung swasembada pangan, seperti subsidi pupuk dan alat pertanian, serta memberikan insentif kepada petani yang memproduksi bahan pangan tertentu. Selain itu, program seperti program rice intensification dan mekanisasi pertanian juga terus diperkenalkan untuk meningkatkan hasil pertanian.
Dengan berbagai program yang dicanangkan oleh pemerintah, maka kita sebagai masyarakat harus mengawal program tersebut hingga tercapainya tujuan swasembada pangan.
Dalam konteks kenegaraan sumber pangan menjadi faktor fundamental dalam mewujudkan kesejahteraan suatu negara. Karena itu sektor pertanian memerlukan pengawasan yang ketat guna memastikan tidak ada lagi petani yang kesulitan dalam hal sarana dan prasarana, seperti pupuk dan alat-alat pertanian.
Petani adalah profesi yang mulia lantaran hasil kerjanya berdampak pada kemaslahatan bagi banyak orang. Karena petanilah, kebutuhan pangan dapat terpenuhi sehingga akan sangat miris ketika sektor pertanian terus menerus mengalami problematika yang sama dari tahun ke tahun yang tak kunjung usai. Seperti langkanya pupuk, padahal sangat diharapkan guna meningkatkan produksi. Hal inilah yang kemudian harus menjadi titik pengawasan kita bersama agar ke depannya ketersediaan kebutuhan petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (yus)

