MAKASSAR, BKM– Bantuan Pangan dari pemerintah akan segera disalurkan bulan ini.Setiap keluarga akan menerima 20 kg beras dari pemerintah. Di Sulawesi Selatan sendiri, sebanyak 584 ribu akan merasakan manfaat bantuan pangan ini.
Kepala Bulog Wilayah Sulsel dan Sulbar, Fahrurozi mengatakan, bantuan pangan itu akan mulai disalurkan pekan ini. Bahkan kata dia, bantuan itu sudah disiapkan oleh pihak Bulog untuk disalurkan.
“Kita akan salurkan Juli ini, minggu ini akan kita mulai salurkan karena barangnya sudah kita salurkan semuanya. Perintah dari pusat juga sudah ada, ini lagi proses menyiapkan sarananya untuk pelaksanaan bantuan,” ungkapnya di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (9/7).
Fahrurozi berharap dengan adanya bantuan pangan dari pemerintah ini bisa membantu mengoreksi harga beras di pasaran yang sementara naik.
“Saya kira ini bisa membantu masyarakat lah, kan penduduk Sulsel ini 9,5 juta lebih, bantuan kan 584 ribu (penerima), jadi hampir 10 persennya lah ya akan menerima bantuan pangan. Ini akan membantu mengoreksi harga,” harapnya.
Selain itu, Fahrurozi mengungkap penyebab harga beras di pasaran mengalami kenaikan. Dia mengaku, khususnya di Sulsel saat ini belum masuk musim panen. Puncak panen akan terjadi pada akhir Juli dan awal Agustus.
“Saat ini harga beras naik menurut saya karena memang produksi atau panen saat ini belum dimulai, baru akan dimulai Juli akhir nanti, sambil menunggu sisi suplainya atau panennya saat ini sudah berkurang, baru akan panen lagi akhir Juli dan awal Agustus,” ujarnya.
Ia yakin, jika musim panen akhir Juli ini harga beras akan kembali normal atau menurun.
“Jadi koreksi harga, penurunan harga akan mulai terjadi saya yakin akhir Juli,” jelas Fahrurozi.
Sebelumnya, Sekretaris Provinsi Sulsel, Jufri Rahman menyebut kenaikan harga beras di pasaran tidak normal, apalagi kata dia di tengah stok beras yang melimpah. Bahkan Jufri merasa kenaikan harga beras ini anomali.
“Dari sisi stok, kita sebenarnya berlebih. Kalau harga pasar naik, anomali saya rasa itu. Jangan-jangan ada yang menumpuk (menimbun). Mana ada kenaikan normal itu? kalau ada kenaikan pasti tidak normal, karena itu harus ada intervensi,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Pemprov Sulsel sendiri kata Jufri, mempunyai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terus melakukan pengecekan harga. Pihaknya akan melakukan intervensi dengan adanya kenaikan harga beras ini.
“Kalau harga mulai naik, maka pasti akan dilakukan intervensi, misalnya dengan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM). Harapannya, harga bisa kembali stabil,” tukas Jufri. (jun)

