MAKASSAR, BKM — Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Wirajaya Makassar melatih 15 orang Disabilitas Mental atau yang dikenal ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) menjadi Barista.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Komunitas Pejuang Pulih (KOPI) yang terletak di Jl. Lanto Dg Pasewang Kota Makassar. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis sampai Sabtu (6 – 8/11/25).
Pelatihan Barista bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada ODGJ tentang Barista, sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan dirinya untuk masa depan yang lebih cemerlang.
Sebelum pelatihan Barista digelar, tim Sentra Wirajaya melakukan asessmen terlebih dahulu. Hasilnya, terpilih sebanyak 15 ODGJ yang dinyatakan pulih menjadi peserta pelatihan.
Selain aspek ke-pulih-an, aspek ketertarikan di bidang usaha coffee shop juga menjadi dasar perekrutan peserta.
Rata-rata yang menjadi peserta juga masih terbilang usia produktif, antara 18 – 40 tahun. Mereka dilatih oleh instruktur berpengalaman dalam bidang Barista.
Secara teknis, peserta diajari tentang pengenalan alat dan bahan, cara membuat kopi, mengoperasikan mesin kopi, dan teknik memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
Saat pembukaan kegiatan, Kepala Sentra Wirajaya Makassar Nur Alam mengatakan jika kegiatan pelatihan Barista ini merupakan bentuk Rehabilitasi Sosial Berbasis Komunitas dan Masyarakat (RBM).
Pelatihan ini juga, kata dia, menjadi salah satu upaya untuk memberdayakan penyandang disabilitas dengan berbagai ragamnya, termasuk disabilitas mental atau ODGJ.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kualitas hidupnya, serta kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi ODGJ, sekaligus membantu mereka menjadi lebih mandiri, dan percaya diri,,” harapnya.
Psikiater yang juga pendiri Komunitas Pejuang Pulih, Dr. Mayamariska Sanusi, Sp.KJ memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pelatihan Barista kepada komunitas binaannya.
Dirinya berharap, hasil pelatihan ini bisa memberikan pengetahuan yang nantinya berguna dalam mengelola usaha coffee shop yang dirintis bersama Komunitas Pejuang Pulih.
Sementara itu, Wilda salah seorang peserta mengungkapkan kalau kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan dirinya.
“Kegiatan pelatihan Barista ini sangat membantu saya dalam meningkatkan kemampuanku. Saya merasa lebih percaya diri dan siap untuk bekerja sebagai Barista,” ungkapnya.(rls)

