MAKASSAR, BKM– Sudah tidak sabar menunggu Film Silariang (Menggapai Keabadian Cinta) tayang di bioskop? Jangan khawatir, mulai 2 Maret 2017, film Silariang tayang di bioskop kesayangan Anda. Tiket presalenya bahkan sudah hampir habis.
Produser Film Silariang, Zulkifli Gani Ottoh mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan bioskop membuka presale selama seminggu sebelum film tayang. “Kami juga memberikan bonus VCD untuk pembelian tiket presale. Beli dua gratis 1 VCD yang berisi soundtrack film Silariang, Sajang Rennu, dan behind the scene film yang disutradarai oleh Rere Art2tonic.
Saat ini, tiket presale untuk penayangan hari pertama sudah sold out di XXI Mal Ratu Indah dan Mal Panakukang. Yang masih tersisa tinggal di 21 Mtos dan XXI Trans Mal.
Film yang dibintangi oleh Dinda Surbakti, Jeyhan Kler, Ikram Noer, Dilla “Uang Panai”, Cahya, Ika KDI dan Husen “Mamak Ramlah” ini sejak awal syuting sudah menjadi viral di media sosial.
Banyak yang tidak sabar melihat penampilan kembali para pemeran utama Uang Panai dan juga penampilan perdana Ika KDI dan Mamak Ramlah, selebriti medsos di Makassar.
Film ini bercerita tentang cinta yang penuh dengan konflik keluarga dan dendam masa silam.
Cia (Dinda Surbakti) dan Ali (Jeyhan Kler), pasangan sejoli berjuang menghadapi jalan terjal dalam menggapai cinta mereka.
Sementara itu, sebelum peluncuran perdana Film Silariang pada Kamis (2/3) mendatang, para crew dan pemeran Film Silariang mengadakan Meet and Greet di Aula SMAN 10 Makassar, Senin (27/2).
Meet and Greet kali ini dihadiri oleh beberapa pemeran seperti Jeihan Kler, Ikram Noer, Husen, sampai Syahriar Tato. Hanya saja sang sutradara, Rere dan pemeran utama, Dinda Subekti tidak hadir dikarenakan sedang berada di luar Sulawesi.
Setibanya di Aula SMAN 10 Makassar sekitar pukul 12.30 Wita, para pemeran langsung disambut dengan sorakan oleh para siswa yang sebagian besar wanita. Kehebohan ini bahkan terus berlanjut sepanjang acara.
Ketua Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Makassar (Penpro) yang juga pemeran Daeng Mariolo, Syahriar Tato mengatakan, jika Meet and Greet kali ini bertujuan untuk mendekatkan diri antara para pemeran film dan fans khususnya yang ada di SMAN 10 Makassar. “Kita mendatangi mereka dan memberitahu bahwa film ini mengangkat budaya lokal orang Sulawesi Selatan. Sebagai rujukannya adalah Siri’ na Pacce atau harga diri orang Makassar,” jelas Syahriar.
Syahriar juga menambahkan jika dirinya yakin akan kesuksesan film ini. Jika Film Uang Panai mencapai 600 ribu orang penonton, maka Film Silariang ditargetkan lebih dari jumlah penonton Uang Panai. “Target kami lebih dari jumlah Uang Panai, karena untuk Silariang kita menampilkan di 40 layar, beda dengan uang panai yang hanya 20-an layar,” kata Syahriar.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang turut hadir di acara itu mengapresiasi penuh Film Silariang. Deng Ical, sapaan akrabnya mengatakan, jika film yang mengangkat budaya lokal Sulawesi Selatan seperti ini harus terus diperbanyak. “Sangat bagus karena kita bisa memperkenalkan budaya Sulsel. Beberapa tahun kedepan, saya harap film seperti ini semakin banyak lagi diproduksi,” kata Deng Ical.
Dalam kesempatan ini pula, Syahriar sempat menyinggung film yang akan dibuat kembali pasca Silariang. Ia mengatakan akan membuat film dengan judul Maipa Deapati dan Datu’ Museng, yang juga merupakan cerita dari adat Bugis-Makassar. Proses syuting perdana direncanakan akan mulai pada 12 Maret mendatang.(mg-rhm)
Tiket Presale Silariang Hampir Habis
×

