pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Anak Dosen Tertangkap Sabu, Bandar Ditembak Mati

MAKASSAR, BKM — Pengungkapan kasus narkoba kian gencar dilakukan aparat Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar. Dalam rentang waktu 1×24 jam, dua kasus berhasil dibongkar.
Yang pertama ditangkap dua orang. Masing-masing Aksa (20) dan Idham Ramadhan Paturusi (35). Nama yang disebut terakhir merupakan putra seorang dosen.
Mereka dibekuk aparat Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Senin (27/3) pukul 18.00 Wita di Distrik Cafe Jalan Lanto Dg Pasewang. Aksa beralamat di kompleks Perumahan Lili. Sementara Idham bermukim di Jalan Hertasning 10.
Menyusul ditangkap kemudian adalah Ruslan alias Cullang alias CL. Warga Jalan Balana 2 nomor 17, Kecamatan Makassar itu dibekuk tim Satuan Narkoba Polda Sulsel dalam persembunyiannya di sebuah rumah kos di Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (28/3) pukul 04.00 Wita.
Ia sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena bertindak selaku bandar sabu kelas kakap. Penangkapan dipimpin langsung Dirres Narkoba Polda Sulsel Kombes Eko Yudha Satriawan
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi, kemarin menjelaskan penangkapan Aksa dan Idham. Dari tangan keduanya diamankan sabu saset narkoba jenis sabu, lengkap dengan alat isapnya.
”Keduanya positif menggunakan sabu. Sekarang kita fokus mengejar para bandarnya,” kata Endi.
Pada penangkapan keduanya, yang lebih awal diamankan adalah Aksa. Ia sempat dibuntuti petugas ketika mengendarai sebuah mobil.
Ketika sampai di depan kafe dan turun dari mobil, ia langsung diciduk. Selanjutnya dibawa ke dalam kafe dan dipertemukan dengan Idham. Keduanya pun lalu digiring ke Mapolrestabes Makassar untuk proses hukum selanjutnya.
Dihubungi terpisah, Prof Idrus Paturusi dari balik telepon tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Mantan Rektor Unhas itu mengatakan, dirinya belum tahu jika anaknya tertangkap polisi karena kasus narkoba. Dia baru mengetahui ketika dihubungi wartawan.
“Wah saya belum tahu, dek. Saya baru tahu ini. Saya masih di Jakarta,” kata Prof Idrus singkat.
Sementara penangkapan Cullang berakhir tragis. Ia terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Nyawanya pun tak tertolong saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono merilis kasus ini di RS Bhayangkara, kemarin. Ia memperlihatkan barang bukti yang disita serta foto tersangka Cullang.
Direktur Ditres Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Eko Yudi Satriawan menyebut, tersangka Cullang sudah lima tahun menggeluti bisnis haram ini. Ia ditangkap berdasarkan keterangan dari lima orang komplotannya yang lebih dulu diamankan. Mereka mengaku mendapatkan sabu yang dipasok Cullang.
”Tersangka Cullang mendapat pasokan dari Cina. Selanjutnya disuplai melalui Malaysia. Lalu masuk pelabuhan di Sulsel, seperti pelabuhan Soekarno-Hatta dan pelabuhan Parepare,” ejlas Eko.
Bandar kelas internasional ini tak tanggung-tanggung disuplai 10 kg dan dihabiskan dalam tempo hanya sebulan.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, menyebutkan dalam setahun tersangka mendapat kiriman sabu 120 kg. Jika dihitung selama lima tahun, berarti telah ada 600 kg sabu yang disuplai. Bila dirupiahkan bisa mencapai angka Rp1,2 triliun.
Meski menjadi bandar besar, ternyata Cullang tak mencicipi barang jualannya itu. ”Informasi yang didapat petugas, tersangka hanya kerap mengonsumsi minuman keras tradisional Makassar jenis ballo,” ujar Dicky.
Ditres Narkoba Polda Sulsel masih melakukan pengejaran terhadap komplotan Cullang. Polisi telah mengantongi identitas tersangka lainnya. (jul-ish/rus)



×


Anak Dosen Tertangkap Sabu, Bandar Ditembak Mati

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar