DIREKTUR Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Musaddaq turut mengkritisi pengadaan pakaian untuk PNS, wali kota, wakil wali kota dan dewan. Menurut Musaddaq, anggaran untuk privat dewan sangat besar hal itu berbanding terbalik dengan kinerja yang selama ini diperlihatkan.
Terlepas dari itu, ujar Musaddaq, sejumlah fasilitas yang dibelikan melalui uang rakyat banyak yang disia-siakan. Ia mencontohkan seperti pengadaan IPAD sebesar Rp750 juta pada 2015 lalu tidak dimaksimalkan dengan baik dari 50 legislator tidak sampai 15 persen yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Inilah yang memang dikatakan pemborosan karena hanya persoalan baju. Padahal, masih banyak masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan, sementara mereka malah menganggkarkan pembuatan baju yang tidak terlalu dibutuhkan sebab baju yang lama masih baik,” tegasnya.
Untuk itu, Musaddaq berharap, Pemerintah Kota dan DPRD Makassar bisa lebih arif dan bijaksana dalam pengusulan anggaran. Termasuk menganggarkan kebutuhan masyarakat secara langsung, seperti pendidikan, kesehatan dan hidup layak.(ita)
Kopel: Hanya Pemborosan Saja
×

