TIDAK banyak orang yang bisa langsung mencintai pekerjaannya ketika pertama kali terjun di dunia kerja. Tapi, Golda R Linto bisa melakoninya. Ia kini menduduki posisi strategis di Arthama Hotels Losari Makassar.
Lulus dari bangku kuliah tahun 2007, Golda mulai merintis karir di dunia perhotelan. Ketika itu, ia bekerja di Hotel Imperial Aryaduta. Latar belakang pendidikan di bidang perhotelan, membuat manajemen hotel menempatkannya di posisi guest relation officer (GRO).
”Terus terang, saya begitu jatuh cinta dengan dunia perhotelan. Apalagi background pendidikan saya dari pariwisata. Ini membuat saya makin mengenal perhotelan ketika mulai duduk di bangku kuliah,” tuturnya dalam bincang-bincang dengan BKM di tempat kerjanya Jalan Haji Bau, Makassar.
Kecintaannya pada dunia perhotelan makin bertambah ketika diterima bekerja di Hotel Imperial Aryaduta dan ditempatkan sebagai GRO. Sebab, Golda bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Baik karyawan hotel maupun para tamu hotel.
Dengan posisinya seperti sekarang sebagai seorang marketing, otomatis tantangan yang dihadapi Golda begitu luar biasa. Apalagi di tengah persaingan hotel yang begitu ketat di Kota Makassar. Karena kecintaannya pada dunia perhotelanlah yang membuatnya tidak terlalu terbebani.
”Pertumbuhan hotel yang pesat di Makassar membuktikan perekonomian Kota Makassar semakin berkembang. Saya justru menyambut baik, walau di sisi persaingan menjadi semakit ketat. Tinggal bagaimana masing-masing hotel memberikan penawaran terbaik, yang dikemas dengan menarik agar bisa bersaing merebut pasar,” terangnya.
Golda menegaskan, masing-masing pekerjaan punya tantangan tersendiri. Untuk membagi tugas antara rumah tangga dengan pekerjaan, diakuinya tidaklah gampang. Terkadang ia harus pulang sampai malam dikarenakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan manajemen kepadanya.
”Saya coba menyiasati itu. Setiap hari sebelum berangkat ke kantor, saya sempatkan memasak untuk makanan anak saya yang sekarang berusia 2,5 tahun. Dan di weekend, memang sudah saya komitmenkan untuk waktu bersama keluarga. Biasanya sih pergi ke taman bermain anak, atau makan malam keluarga di luar rumah,” aku pemilik senyum manis ini.
Tentang hotel tempatnya bekerja, menurut Golda, sebagai pendatang baru di Kota Makassar, Arthama Hotels Losari Makassar memiliki peluang cukup baik untuk berkembang. Ini dikarenakan lokasinya yang strategis, yang memiliki kamar dengan pemandangan langsung ke Pantai Losari.
Selain itu, juga dilengkapi fasilitas yang lengkap seperti kolam renang, fitness centre, SPA dan sauna, ruangan pertemuan, restoran, dan One Nine Sky Lounge yang merupakan primadona dari hotel ini.
One Nine Sky Lounge berlokasi di lantai 19. Di sini tamu dapat menikmati pemandangan Kota Makassar dan Pantai Losari dari ketinggian 75 meter. Sangat nyaman untuk menjadi tempat menikmati pemandangan matahari terbenam.
Di One Nine Sky Lounge ini para tamu dapat menikmati sajian makanan bercitarasa internasional dengan harga terjangkau. Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati dengan harga cukup terjangkau, mulai dari Rp397.777.
”Saya yakin, dengan kemewahan yang kami miliki, didukung fasilitas yang lengkap dan harga terjangkau, Arthama Hotels Losari Makassar dapat bersaing dengan hotel lainnya,” katanya optimistis.
Sebagai langkah awal dari grand openingnya pada 17 Mei 2017, untuk sekarang Arthama Hotels Losari Makassar terlebih dahulu ingin agar masyarakat lebih mengenalnya sebagai hotel berbintang empat yang baru.
”Tentu saja diperlukan kerja sama dengan teman-teman dari media untuk memperkenalkan hotel kami. Ditambah dengan penawaran harga yang menarik dan pelayanan terbaik dari staf kami. Kami yakin Arthama bisa ikut bersaing dengan hotel lainnya,” tegasnya.
Sebelum berkarier di Arthama Hotels Losari Makassar, Golda R Linto pernah bekerja di Imperial Aryaduta Hotel dari 2007-2013 dengan posisi terakhir sebagai sales manager. Kemudian 2013-2016 di Makassar Golden Hotel sebagai senior sales manager. Selanjutnya, sepuluh bulan di Horison Ultima Makassar sebagai sales marketing manager. Terakhir, tahun 2016 sampai sekarang di Arthama Hotels Losari Makassar dengan posisi director of sales and marketing. (mir)
Headline
Halaman Utama | Berita Kota Makassar
MAKASSAR, BKM — Lima proyek yang tengah berjalan didatangi anggota DPRD Makassar dalam sehari, Selasa (23/5). Legislator dari komisi C ini menyambangi pembangunan jembatan Tello, proyek middle ring road (MRR) atau lingkar tengah, simpang lima bandara, Makassar Mall serta parkir Pasar Butung.
Ketua Komisi C, Rahman Pina mengatakan, peninjauan ini dilakukan guna memastikan pembangunan kelima proyek tersebut terus berjalan dan sesuai dengan prosedur yang ada. Khususnya proyek MRR yang masih bersoal dalam hal pembayaran ganti rugi lahan.
”Kan ada warga yang mengklaim ganti rugi lahannya belum dibayar oleh pemkot. Sementara pemkot mengaku sudah membayarnya. Kita sudah minta pembebasan lahan biar diselesaikan oleh balai besar, daripada masalah ini berlarut-larut. Pihak balai besar sudah menyatakan siap menanggung biaya ganti rugi itu,” ujar Rahman Pina.
Legislator Partai Golkar ini mengakui, dari pengecekan di lapangan, proyek MMR kini dalam proses pengecoran. Tinggal sedikit lagi sudah rampung.
Untuk proyek pembangunan jembatan Tello, Rahman Pina mengatakan, sudah ada penambahan bobot kerja. Sehingga bisa dipastikan sudah rampung sebelum akhir tahun.
“Dibanding kemarin-kemarin, bobot kerja proyek jembatan Tello sudah bertambah. Sudah proses pengerjaan. Sebelum akhir tahun 2017 ini rampung,” jelas Rahman Pina.
Sekretaris Komisi C, A Pahlevi menerangkan, dari pengecekan di Pasar Sentral (Makassar Mall), tempat perbelanjaan ini sudah siap dimanfaatkan. ”Pengelola menyatakan kesiapannya untuk mengoperasikan Pasar Sentrel sebelum akhir ramadan,” terangnya.
Saat anggota dewan bersama jajaran pemkot berada di Makassar Mall, beberapa pedagang tampak mulai membenahi kios tempat berjualannya. Brand produk dan nama kios juga sudah terpasang di sebagian kios di lantai satu dan dua.
”Pengelola menyampaikan bahwa sebelum lebaran sudah bisa masuk. Kita lihat ada beberapa pedagang yang membenahi kios, karena surat kelayakannya baru keluar,” jelasnya.
Untuk pembangunan parkir Pasar Butung yang berlantai dua, anggota dewan tidak bisa memastikan seperti apa progressnya. Sebab ketika berada di lokasi, pihak pengelola tidak ada di tempat.
“Kita ingin lihat surat-suratnya, kelayakan, desain dan iziinya. Tadi (kemarin) itu tidak ada pengelola. Kita hanya diterima stafnya. Jadi kita minta agar dibawakan ke kantor berkas-berkasnya,” tandas Fahlevi. (ita/rus)
MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tampil mesra bersama Wakil Wali Kota, Syamsu Rizal di pembukaan MC Expo 2017, Senin (22/5). Kegiatan ini dipusatkan di Anjungan Pantai Losari. Berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (24/5).
Ketika memberi sambutan di acara ini, wali kota yang akrab disapa Danny itu mengatakan, tiga tahun memimpin Kota Makassar merupakan waktu yang tidak terasa. Selama rentang waktu itu, keduanya telah bekerja untuk masyarakat. Cukup banyak capaian yang berhasil diraih, meskipun masih ada hal-hal harus disempurnakan dan menyelesaikan persoalan yang ada.
Di tiga tahun kepemimpinannya, Danny dan Ical ketika naik di atas panggung menyampaikan janjinya. Mereka berdua akan terus bekerja dan bekerja dengan baik, khususnya untuk menepati janji kepada masyarakat dengan menghadirkan pemerintahan yang transparan. Termasuk dalam membuat laporan visual apa yang telah diraih dan dicapai.
Untuk itu, kata Danny, Pemerintah Kota Makassar membuat dan menggelar MC Expo 2017. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap kinerja selama ini dalam bentuk visual.
“Kami berdua akan terus bekerja dengan baik. Janji kepada masyarakat, salah satunya membuat pemerintahan transparan kita lakukan dengan berbagai cara. Termasuk salah satunya membuat laporan visual seperti ini, dengan menyampaikan apa yang telah kita raih dan capai,” kata Danny.
Tidak banyak pesan disampaikan Danny dalam kesempatan itu. Tak lupa ia menghaturkan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat dan pihak yang mendukung setiap program kerja Pemkot Makassar.
Danny kemudian merinci pencapaian yang tlah diraih dalam tiga tahun pemerintahannya. Diantaranya pertumbuhan ekonomi. Ketika dilantik, pertumbuhan ekonomi mencapai 7,11 persen. Saat ini sudah mencapai 8 persen sesuai data BPS.
”Pendapatan per kapita menembus Rp86 juta per tahun. Dimana, tiga tahun lalu hanya menghampiri Rp70 juta per kapita per tahun. Sedangkan IPM yang sebelumnya 75 persen, naik menjadi 80,53. Ini termasuk tinggi,” tandasnya. ”Selain itu, indeks kebahagian juga tinggi. Makassar mendapat 75,21 persen. Inilah yang paling penting,” sambungnya.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang juga memberi sambutan, menegaskan tak ada satupun yang tidak memberikan kontribusi positif. Semua turut andil dengan porsi dan posisi yang berbeda.
Usai memberikan sambutan, MC Expo 2017 resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang diwakili Dirjen Aplikasi Informatika, Samuel Andrijiani.
Berbagai atraksi hiburan disuguhkan dalam prosesi pembukaan. Seperti parade drone, marching band, defile seluruh SKPD, perusda, camat, dan 1.000 RW se- kota Makassar. Ada pula revolusi pendidikan berupa paduan suara yang dibawakan 200 pelajar.
Disajikan pula parade batik lontara, tarian etnik kontemporer, atraksi dari Dinas Pemadam Kebakaran, pameran foto dan exhibition sepanjang pedestrian, band top 40, serta performing by Maizura feat DJ Justin.
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Makassar menampilkan inovasi program Apartemen Pascabencana Makassar atau disingkat dengan sebutan Temen Pacar. Terbuat dari mobil tronton, Temen Pacar didesain dengan menggunakan material besi yang berbentuk pondok atau rumah hunian. Peruntukannya bagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Makassar, Faturrahim mengatakan, Temen Pacar merupakan solusi yang ditawarkan pemerintah kota menangani kebutuhan masyarakat yang mendapat musibah atau korban bencana alam, seperti banjir ataupun kebakaran.
“Kita sengaja hadirkan Temen Pacar agar masyarakat dapat mengetahui apa saja inovasi program pemerintah kota. Inilah bentuk kepedulian dan tanggungjawab pemerintah untuk masyarakat, yaitu dengan menghadirkan program yang bermanfaat dan membantu,” kata Faturrahim.
Selain sebagai shelter untuk korban bencana, Temen Pacar juga dapat berfungsi sebagai posko pemantau wilayah di masing-masing kecamatan. Juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan kesehatan klinik, ataupun media sosial bagi masyarakat Makassar.
“Temen Pacar ini sifatnya multifungsi. Dapat dijadikan sebagai shelter bagi korban pasca bencana, posko pantau wilayah ataupun pelayanan kesehatan,” sebutnya.
Dalam MC Expo 2017 juga dihadirkan tematic vertikal garden atau taman tematik, yang tersusun dengan rapi ditepi Jalan Penghibur sekitar Anjungan Pantai Losari. Berbentuk tulisan sesuai tema MC Expo; Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi. Taman tematik ini diisi berbagai macam jenis tanaman bunga dan buah, seperti cabai. (arf/rus)
MAKASSAR, BKM — Makassar kini menjadi tempat diproduksinya gula rafinasi ilegal. Tak tanggung-tanggung, 5.000 ton telah dikemas dan siap untuk dipasarkan.
Beruntung, Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan yang dibentuk pada bulan Mei ini, berhasil menggagalkan peredarannya. Pabrik gula rafinasi ilegal ini berlokasi Jalan Ir Sutami. Tepatnya di Gudang Benteng Baru nomor 8. Pemiliknya Ridwan Tandiawan. Produksi gula secara ilegal oleh UD Benteng Baru ini diklaim merupakan yang terbesar di Indonesia.
Dari temuan di dalam gudang yang berukuran cukup luas itu, gula tersebut dikemas dengan plastik tebal bermerek Sari Wangi. Direktur Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono langsung memberikan keterangan pers dari dalam gudang tersebut, Senin (22/5).
Ia menarangkan, pengungkapan kasus ini bermula dari kegiatan tim Satgas Ketahanan Pangan yang memantau peredaran gula rafinasi di lapangan. Sebab, gula jenis ini hanya diperuntukkan bagi industri. Namun faktanya di lapangan, banyak yang di pasaran.
”Awalnya kita temukan gula merek Sari Wangi yang beredar di wilayah Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Selayar. Setelah diperiksa, itu gula rafinasi,” terang Yudhiawan.
Selanjutnya, tambah dia, kemudian dilakukan pemeriksaan lebih jauh. Ternyata, gula rafinasi ini diproduksi secara ilegal dan tanpa izin. Semua legalitas yang dimilikinya dipalsukan. Mulai dari SNI, BPOM serta Depkes.
Yudhi juga menerangkan modus operandi pemilik usaha. Awalnya, ia mengemas gula jualannya dalam karung seberat 50 kg per zak. Selanjutnya dikemas lagi dalam kemasan plastik kecil yang telah dilabeli merek Sari Wangi.
”Dari pengakuan pemilik usaha, ia sudah tiga tahun memproduksi gula rafinasi ilegal. Bahkan telah memasok ke pasaran. Bahkan minimarket ternama,” terang Yudhi.
Satgas Ketahanan Pangan kemudian menyita barang bukti dari gudang. Yakni gula rafinasi ilegal sebanyak 481 dos. Masing-masing dos berisi 15 bungkus. Satu bungkus beratnya 1 kg.
Ada pula dalam kemasan sebanyak 5757 dos. Tiap dos beris 25 bungkus, yang masing-masing bungkus beratnya 1 kg. ”Total keseluruhan gula Sari Wangi yang kami sita sebanyak 86.660 kg atau 86,6 ton,” jelas Yudhi lagi.
Atas perbuatannya, pemilik UD Benteng dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 113 junto pasal 57 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman 5 tahun penjara serta denda Rp5 miliar. Pasal 120 ayat 1 junto pasal 53 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda Rp3 miliar.
Kemudian pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya 5 tahun dan denda Rp2 miliar.
Selanjutnya, pasal 106 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman hukumannya 4 tahun penjara, denda Rp10 miliar. Serta pasal 142 junto pasal 91 ayat 1 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, yang ancaman hukumannya 2 tahun penjara serta denda Rp4 miliar.
”Kasusnya masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli gula merek Sari Wangi yang telah beredar di Sulawesi,” tandas Yudhi.
Satgas Ketahanan Pangan juga akan menarik gula merek ini dari pasaran. Yudhi menyebut, gula Sari Wangi telah dijual di sejumlah swalayan di Makassar. Seperti Lotte Mart dan Toko Ende. Juga di Toko Cahaya Ujung, Parepare. Termasuk di Kendari, Papua, Palu, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Toko Benteng Baru, Madu Jaya Kendari serta lokasi lainnya.
Selain itu, tim juga telah menyegel pabrik gula rafinasi UD Benteng. Rencananya, dalam waktu dekat akan dilaksanakan gelar perkara sekaligus menetapkan tersangka.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondanu menambahkan, Satgas Ketahanan Pangan dibentuk sebagai tindaklanjut dari program Nawacita pemerintah tentang swasembada pangan. Tim ini dibentuk oleh Polda Sulsel dengan melibatkan sejumlah instansi terkait. Seperti Dinas Pertanian Sulsel, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Bea Cukai, KPPU Sulsel, Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu (Apegti) serta Bulog Sulsel.
Satgas ini memiliki fungsi dan kewenangan untuk menjaga stabilitas peredaran pupuk dan pestisida ilegal. Memantau pedagang yang melakukan penimbunan sembako, spekulan serta kartel hasil pertanian, seperti cabai, jagung, bawang, gula dan komoditi lainnya. (ish/rus)
MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar memastikan pelaksanaan MC Expo 2017 telah siap. Stan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan daerah (Perusda) dirampungkan hari ini, Senin (22/4) pukul 11.00 Wita.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Makassar, Ismail Hajiali mengatakan, MC Expo 2017 di Anjungan Pantai Losari akan dibuka dengan parade becak, parade baju adat, dan vocal grup dari 100 anak sekolah serta drone. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto didampingi Wakil Wali Kota, Syamsu Rizal dijadwalkan membuka langsung expo.
“Drum band dari Satpol PP Makassar juga akan tampil dalam pembukaan MC Expo. Dilaksanakan pula lomba foto di masing-masing OPD,” kata Ismail, Minggu (21/5).
Selain itu, selama tiga hari MC Expo berlangsung, 22-24 Mei, akan ada pelayanan ketenagakerjaan dan info lowongan kerja di stan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar. Ditampilkan pula program inovasi, seperti bus kerja yang akan dioperasikan di kawasan industri Makassar (KIMA) dan Parangloe. Bus ini untuk mengantar dan menjemput para pekerja.
Kepala Disnaker Kota Makassar, A Irwan Bangsawan di sela-sela mempersiapkan stan, kemarin menyebutkan, MC Expo 2017 menjadi momen yang baik untuk memperkenalkan program inovasi yang ada di Disnaker. Termasuk membuka pelayanan ketenagakerjaan kepada masyarakat. Mulai dari pengaduan sampai membuat kartu pekerja.
“Di stan Disnaker, kami membuka pelayanan ketenagakerjaan untuk masyarakat selain di kantor. Juga memperkenalkan inovasi program yang kami laksanakan. Termasuk capaian kerja satu tahun,” ujar Irwan Bangsawan, Minggu sore (21/5).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar tidak mau kalah membuka pelayanan kepada masyarakat di MC Expo 2017. Pengunjung yang datang ke stan ini akan diberikan informasi terkait cara pembuatan pupuk organik, serta cara pemilahan sampah yang baik.
Kepala DLH Kota Makassar, Gani Sirman menjelaskan, stannya menampilkan berbagai program inovasi. Selain dapat mengetahui apa yang telah dikerjakan DLH, masyarakat yang memiliki sampah plastik dapat ke stan ini untuk menukarkan sampah dengan beras.
“Pengunjung yang datang ke stan kami juga bisa menukarkan sampah plastiknya dengan beras, sesuai dengan program yang dihadirkan Pemkot Makassar,” terangnya. (arf/rus)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

