TAKALAR, BKM — Hari ini, Rabu (22/2) akan dilaksanakan rekapitulasi hasil suara di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar. Aparat kepolisian melakukan langkah antisipasi kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.
Tak tanggung-tanggung, polri menyiagakan 300 personel yang terdiri dari personel brimob dan Polres Takalar. Polisi juga telah menyiagakan kendaraan lapis baja jenis barracuda di seputaran kantor KPU. Ada pula water canon serta kawat berduri yang dipasang mengelilingi lokasi perhitungan suara.
Dengan kondisi tersebut, petugas hanya membolehkan saksi pasangan calon masing-masing 20 orang untuk masuk dalam ruang guna mengikuti pleno perhitungan suara.
“Untuk memudahkan para pendukung paslon dapat menyaksikan hasil rekap, KPU menyediakan media layar lebar serta tempat rekab di ruang media center,” ujar anggota KPU Takalar Muhammad Arfah, kemarin.
Rekap di KPU juga menghadirkan sembilan petugas PPK. “Saksi kedua pasangan calon akan mengikuti penghitungan rekapitulasi di tingkat kabupaten. Termasuk PPK yang ada di sembilan kecamatan. Kami berharap proses rekap ini berjalan aman dan terkendali,” tambah komisioner KPU Takalar Divisi Data Muhammad Darwis.
Terkait kemungkinan adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) bilamana salah satu paslon tidak menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan, KPU telah menyiapkan langkah.
“Kalau ada sengketa di MK, tentu KPU sebagai tergugat akan menyiapkan langkah hukum. Seperti membentuk tim hukum,” jelas Darwis.
Meski hasil real count yang masuk di laman resmi KPU serta rekap sembilan PPK memenangkan pasangan Syamsari Kitta-Ahmad Dg Se’re (SK-HD), namun paslon Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) juga optimistis bila rekap KPU akan dimenangkannya. (rif/rus)
MAKASSAR, BKM — Pertarungan pada pilkada serentak di tahun 2018 mendatang diprediksi berlangsung seru. Apalagi jika mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) ikut ‘bertarung’ di dalamnya. Gubernur dua periode ini tetap memungkinkan untuk terlibat dalam memberikan dukungan pada kontestasi pemilihan gubernur (pilgub), pilwali dan pilbup.
Bila SYL ikut terlibat, maka posisi kepala daerah, khususnya yang menjadi petahana akan terancam. Dari 12 daerah yang akan menggelar pilwali dan pilbup, empat diantaranya merupakan ketua partai berlambang pohon beringin rindang.
Mereka adalah Iksan Iskandar di Jeneponto, Andi Baso Fashar Padjalangi di Bone, Taufan Pawe di Parepare dan Muslimin Bando di Enrekang.
Apalagi, para bupati yang juga ketua Golkar sudah menegaskan sikap dan dukungannya kepada Nurdin Halid (NH) untuk maju sebagai calon gubernur Sulsel di pilgub mendatang.
”Jika Golkar mengusung ketuanya di pilgub dan mendukung kadernya di pilwali maupun di pilbup, maka tentu SYL akan berada di sisi yang berbeda. Bisa jadi SYL akan membangun koalisi dengan Nasdem, PKS, PAN, PPP dan Hanura untuk menentukan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel,” kata dosen politik Unhas Dr Adi Suryadi Culla saat berkunjung ke redaksi Harian Berita Kota Makassar di lantai III Graha Pena, Senin (20/2).
Menurut Adi, hasil pilkada Takalar bisa menjadi dasar pertimbangan guna menggagas koalisi di pilgub atau pilkada lainnya. Khusus untuk pilgub Sulsel, Adi menyebut Golkar yang hampir pasti mengusung NH harus membangun koalisi.
“Golkar akan sulit atau berat jika tidak membangun koalisi dengan sejumlah papol lain. Minimal parpol papan tengah maupun parpol papan bawah,” jelasnya.
Adi beralasan, karena pilgub dan pilkada memberi persinggungan. Ada irisan yang sangat kuat, sehingga koalisi harus juga terbangun secara kuat.
Dalam perkembangan terakhir, bilamana Golkar siap mendukung NH, maka adik SYL, yakni Ichsan Yasin Limpo sedikitnya telah mendapat lampu hijau dari PAN, PPP, Nasdem, PKS dan bisa jadi juga Hanura.
Sementara Agus berpeluang mendapat dukungan PKB, PKPI, PBB, PDIP dan Gerindra. Adapun Nurdin Abdullah juga berpotensi mendapat dukungan dari Demokrat, PAN dan Hanura. “Namun tentu akan dilihat koalisi yang terbangun di tingkat pilgub, lalu akan turun di tingkat pilkada,” tambah Adi.
Sehari sebelumnya, SYL yang juga Gubernur Sulsel memberi dukungan ke Sekprov Sulsel H Abd Latif Malsam untuk menjadi calon bupati Pinrang. Pernyataan dukungan komandan ke Latif Malsam disampaikan di sela-sela menghadiri perayaan HUT Kabupaten Pinrang, Minggu (19/2).
Sementara di sisi lain, Golkar Sulsel juga sejak awal menjagokan Sekretaris DPD I Abdillah Natsir untuk maju sebagai calon bupati di Pinrang. Abdillah Natsir yakin maju sebagai calon bupati.
“Insya Allah saya siap maju sebagai calon bupati di Pilkada Pinrang,” jelas Abdillah baru-baru ini. (rif)
MAKASSAR, BKM — Cuaca yang tak menentu menjadi kendala dalam pengerjaan underpass Simpang Lima. Meski begitu, proyek tersebut terus digenjot penyelesaiannya.
Komitmen dan target Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII agar jalan ini sudah bisa dipergunakan sebelum lebaran Idul Fitri, terus dikejar. Penggalian terowongan dari arah Makassar ke Kabupaten Maros terus dipacu.
Selain itu, kontraktor yang melaksanakan proyek, PT Adhy Karya Jo PT Wijaya Karya mulai merancang pembangunan tugu air mancur besar. Lokasinya di tengah-tengah persimpangan lima di daerah perbatasan Makassar-Maros itu.
Deputy Project Manager PT Adhi Karya jo PT Wijaya Karya Rizki Jatiwasesa, menjelaskan pihaknya sudah mulai melakukan pengerjaan dinding untuk kolam air mancur.Sesuai perencanaan, kolam yang akan dibangun itu berdiameter 30 meter.
Kehadiran kolam air mancur di tengah simpang lima bukan hanya untuk menampilkan unsur estetika. Namun ada tujuan teknis lainnya, yakni memecah arus kemacetan kendaraan di areal tersebut
“Bundaran kolam sengaja didesain agak lebar. Tujuannya untuk mengurai arus lalulintas. Karena kawasan tersebut sangat padat. Utamanya pada jam pergi maupun pulang kerja, ” ungkapnya.
Kolam air mancur kawasan simpang lima mengadopsi konsep bundara Hotal Indonesia (HI) yang ada di Ibu Kota Jakarta.
Sementara untuk pengerjaan beton bagian atas, kata Rizki, semuanya sudah rampung. Saat ini pekerja fokus pada pengerjaan lanjutan penggalian terowongan. Penggalian tunnel terpaksa dihentikan dari arah Makassar karena tanah dasarnya rusak akibat genangan, juga sudah mulai dilaksanakan kembali.
”Saat ini, penggalian terowongan sudah berpindah ke sisi Maros.
Dari sisi ini lebih memungkinkan karena tidak akan tergenang karena elevasinya rendah. Saat ini sudah tergali 2-3 meter dari ketinggian 6 meter. Karena eskavator baru bisa menggali tunnel kalau sudah turun 5 meter elevasinya,” jelasnya.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Metropolitan BBPJN XIII Amin Hamid menyebut, progres underpass sejauh ini semua sesuai harapan. Nantinya, dinding sebelah kiri maupun kanan terowongan akan dipasangi ornamen berupa ukiran yang bercorak khas Sulawesi Selatan.
”Kehadiran ornamen tersebut untuk menambah estetika terowongan supaya lebih terlihat menarik ketika pengendara melintas di sana,” ujarnya. (rhm/rus)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

