MAKASSAR, BKM — Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Terbuka (UT) sangat menyadari peran media dalam menyebarkan informasi dan promosi agar kampus dan aktivitas yang ada di dalamnya makin dikenal oleh masyarakat. Untuk itu, jalinan kerja sama terus dilakukan.
Setelah bersinergi dalam kerja sama tahap pertama, UT Makassar kembali melanjutkan kemitraan dengan media Harian Berita Kota Makassar (BKM). Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) berlangsung di kampus UT Makassar, Jumat (29/7). Harian Berita Kota Makassar dilakukan oleh Wakil Direktur Muh Arsan Fitri. Sementara dari UT, dilakukan Direktur UT Makassar Hasanuddin.
Marketing Executive Bidang Kerja Sama, Sosprom, Humas dan Alumni yang juga Guru Besar UT Prof Dr Abdul Rahman Rahim, mengatakan kerja sama ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa pada enam bulan sebelumnya di tahun 2022. Dinilai efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang UT, sinergitas itu kemudian dilanjutkan hingga Desember mendatang.

Diakui Prof Rahman, media memiliki posisi yang sangat penting dalam menghadirkan UT di hati masyarakat sebagai costumernya.
Guru Besar Ilmu Manajemen ini mengatakan, UT sebagai PTN ke-45 di Indonesia yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh sejak berdirinya tahun 1984, keberadaannya sebagai PTN yang menerapkan sistem PJJ memang belum banyak dipahami oleh masyarakat, khususnya yang ada di pelosok desa.
”Karena itulah UT, dalam hal ini UPBJJ-UT Makassar menjalin kerja sama dengan media mengenalkan sekaligus memberikan pemahaman kepada para staheholder atau costumer tentang UT,” jelas Prof Rahman Rahim.
Untuk itu, sebut Prof Rahman Rahim, sebagai yang diberi kepercayaan oleh Direktur UT Makassar Hasanuddin sebagai marketing executive, dirinya berharap kepada media mitra UT melalui pemberitaannya bisa mengenalkan UT lebih cepat kepada masyarakat di Sulsel, baik di perkotaan maupun perdesaan. Terutama pada wilayah- wilayah yang tak terjangkau dengan pembelajaran tatap muka.
“Dengan memberikan pemahanan atau lebih mendekatkan UT kepada costumernya, diharapkan UT nantinya akan semakin dicintai,” ujar Prof Rahman Rahim.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar ini menjelaskan tentang siapa sebenarnya costumer UT. Kata dia, selain lulusan SMA atau yang sederajat, juga lulusan yang sudah lama tamat tetapi tidak lanjut kuliah, maka bisa diterima kuliah di UT.
”Lama tidak kuliah mungkin dikarenakan mereka sudah bekerja, keterbatasan mengakses pendidikan tatap muka karena jauh dari kampus, atau keterbatasan biaya kuliah, pondokan dan lainnya.
Maka kehadiran UT ini menjadi solusi bagi mereka untuk lanjut studi di perguruan tinggi negeri yang seluruh prodinya telah terakreditasi BAN PT dan akreditasi internasional,” jelasnya.
Dikatakan Prof Rahman Rahim, dalam rangka mendapatkan jumlah mahasiswa lebih banyak yang mendaftar di UT, salah satunya dengan melakukan promosi. Selain memanfaatkan media cetak maupun online, radio, televisi, serta media sosial seperti tiktok, WA, dan facebook, juga memasang spanduk pada sejumlah titik di tempat-tempat strategis. Termasuk menyebar brosur serta promosi langsung kepada institusi pemerintah maupun swasta.
Wakil Direktur BKM Muh Arsan Fitri mengapresiasi langkah UT yang melanjutkan kerja samanya dengan media. Karena dengan cara seperti ini, UT akan semakin dikenal masyarakat.
”Selain koran, BKM juga sudah memiliki media daring, serta media sosial seperti Youtube, Instagram, dan Tiktok. Selama ini UT dan BKM telah menjalin kerja sama. Pak Rektor dan Pak Direktur (UT Makassar) sudah menjadi bagian dari podcast BKM dan mendapat apresiasi dari penonton. Ini menunjukkan jalinan kerja sama yang terjalin cukup efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” jelas Arsan.
Direktur UT Makassar Hasanuddin, dalam kesempatan tersebut mengatakan, UT hadir sebagai PTN ke-45 mendapat amanah dari pemerintah untuk menjalankan sistem pendidikan jarak jauh dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi.
Dikatakan, di awal-awal berdirinya, mahasiswa yang datang ke UT. Sekarang malah sebaliknya UT yang mendatangi mahasiswa. Salah satu contohnya dengan dibukanya Sentra Layanan UT (Salut) di daerah.
Di Sulsel, sebut Hasanuddin, sudah ada tujuh Salut yang telah beroperasi. Selanjutnya, pada Selasa (2/8), akan dibuka lagi Salut di Palopo.
”Semua ini dilakukan untuk lebih memudahkan pelayanan kepada masyarakat dalam mengakses pendidikan. Juga untuk menjangkau wilayah yang tidak terjangkau dengan pendidikan tatap muka,” ujar Hasanuddin.
Dijelaskan pula, UT sebagai PTN ke-45 di Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar di dunia terbanyak mahasiswanya. Hal ini menunjukkan kalau UT dalam skala dunia masuk 10 besar jumlah mahasiswanya, yakni 646.467 orang yang tersebar di 55 negara di dunia.
“Mahasiswa yang tersebar di 55 negara ini adalah warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri yang kuliah di UT,” terang Hasanuddin. (*/rus)

