Connect with us

Metro

BKKBN Sulsel Kumpul 155 Camat Bahas Strategi Percepatan Penurunan Stunting

-

MAKASSAR, BKM — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel kembali mengumpulkan 155 camat se-Sulsel di Claro Hotel Makassar, Selasa, 29 November 2022. Mereka membahas strategi Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

“Ada 311 camat se-Sulsel, yang hadir 155 orang pada kegiatan angkatan kedua ini. Sebelumnya telah berlangsung angkatan pertama. Kita membagi dua sesi agar diskusi lebih efektif,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Dra Hj Andi Ritamariani, MPd dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Percepatan Senurunan stunting Bersama Mitra Camat.

Andi Rita menyebut, stunting telah menjadi isu prioritas nasional. Diketahui, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang,  khususnya di 1000 hari pertama kehidupan (HPK). “1000 HPK artinya 270 hari dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir atau usia 2 tahun,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan stunting menjadi isu prioritas nasional. Ditargetkan tahun 2024 turun ke angka 14 persen.  ”Angka stunting Sulsel terbilang tinggi. Masih di angka 27,4 persen, di atas nasional yang 24, 4 persen,” lanjutnya.

Terbitnya Perpres 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan dijabarkan dalam Perban BKKBN Nomor 12 tentang RAN PASTI, menjadi landasan hukum pelaksanaan penanganan stunting nasional hingga ke tingkat desa kelurahan.

”Tim penurunan stunting di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai ke desa-desa sudah dibentuk. Ini membuktikan bahwa Pemprov Sulsel serius dalam upaya penurunan stunting,” lanjutnya.

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini