×
Connect with us

Metro

Kunci Gelar Jika Menang Hadapi Bhayangkari FC

Analisa Dr Wahyuddin tentang Peluang PSM Juarai Liga I BRI

-

MAKASSAR,BKM.COM–LAGA di Liga I BRI kini memasuki pekan ke-31 dari 34 pekan yang akan dilakoni. PSM Makassar bertengger di puncak klasemen sementara dengan 66 poin. Di bawahnya ada Persib Bandung dengan 53 poin, serta Persija Jakarta yang mengoleksi 51 poin. Seberapa besar peluang PSM bisa menjuarai liga kali ini?

PENGAMAT sepakbola di Sulsel Dr Wahyuddin menyampaikan analisanya ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar , Kamis (16/3). Menurutnya, skenario sederhananya ketika PSM berhasil mengalahkan Bhayangkara FC di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare hari ini, Jumat (17/3), maka itu menjadi pertanda positif kian dekatnya tim Juku Eja menjadi juara liga.
”Kita berharap PSM bisa menang lawan Bhayangkara FC. Dengan begitu masih tersisa tiga pertandingan, masing-masing menghadapi PSIS Semarang, Borneo FC, dan Madura United. Kalau berhasil menang meladeni Bhayangkara FC, tinggal menanti pertandingan selanjutnya apakah akan mencuri poin lagi lawan PSIS, Borneo, dan Madura. Untuk bisa aman sekali, harus menang dua kali. Menghadapi Bhayangkara FC dan satu pertandingan berikutnya,” terang Wahyuddin.
Walau begitu, dosen pada Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menegaskan, jika menang menghadapi Bhayangkara FC, PSM pada dasarnya bisa mengunci juara. Laga Persib dan Persija tidak akan terlalu banyak berpengaruh, meski masih menyisakan lima pertandingan.
Tapi, Wahyuddin tetap mencoba melihat secara utuh laga. Baginya, selama bola bundar masih ada peluang serta kemungkinan lain yang bisa terjadi. Apalagi dalam laga terakhir antara PSM dengan Persita Tangerang, seorang pemain PSM terkena kartu merah.
”Ini menjadi boomerang bagi PSM. Sebab salah satu pilar andalannya mendapat kartu merah. Padahal Fernandes ini punya andil, assist dan peran penting pada setiap lini di PSM yang bisa menghasilkan poin. Tapi tentu pelatih PSM masih punya pemain lain untuk bisa menutupi kekosongan itu. Ada sejumlah pemain yang bisa menjadi penggantinya,” jelas Wahyuddin.
Walau hampir semua media dan masyarakat penggemar bola di Tanah Air memberi penegasan bahwa PSM akan menjadi juara, namun Wahyuddin mengingatkan untuk tidak terlalu sombong dan jumawa. Pertandingan harus tetap dijalani dan mengalir seperti air. Apalagi pelatih PSM mengaku tidak pernah mengatakan anak asuhnya akan juara ketika melawan Bhayangkara FC. ”Yang harus dilakukan adalah tetaplah bermain dengan mengusung target masuk tiga besar. Itu saja dulu,” tandasnya.
Sebab, lanjut Wahyuddin, Bhayangkara FC tentu datang dengan misi meraih poin, minimal seri. Apalagi mereka punya tren positif. Dua pertandingan terakhir berhasil dimenangkan. Karena itu tidak boleh dipandang sebelah mata, meski PSM bermain di depan pendukungnya.
Tentang mentalitas pemain PSM juga dibahas. Kartu merah yang didapat pemain PSM bisa saja menjadi batu sandungan bagi mentalitas tim Ayam Jantan dari Timur. Namun, selisih poin yang berjarak cukup jauh dengan Persib dan Persija akan menjadi motivasi tersendiri bagi pemain PSM.
Optimisme supporter juga cukup tinggi. Kehadiran pemain ke-12 ini diharapkan bisa memacu semangat bermain tim PSM. Namun, jangan sampai euforia terlalu berlebihan. Jangan memberi beban yang begitu berat terhadap pemain.
Di bagian akhir, Wahyuddin menyinggung soal stadion. Menurutnya, stadion merupakan salah satu sarana dan fasilitas yang mampu memberikan kontribusi positif dalam pembinaan olahraga.
Dia memberi apresiasi kepada PSM ketika benar-benar mampu merengkuh juara Liga I BRI tahun 2023. Sebab mereka bisa melakukannya ketika bertanding di stadion dengan daya tampung penonton yang tidak terlalu besar.
”Bagaimana kalau pemerintah memberi perhatian besar untuk pembangunan stadion bertandar nasional, bahkan internasional. Itu akan memberikan pengaruh terhadap PSM untuk bisa berlaga di level lebih tinggi lagi,” tandas Wahyuddin. (*/rus)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini