MAKASSAR, BKM — Puluhan Siswa kelas 2 dan 3 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Makassar melakukan aksi demo di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, Selasa (15/9).
Mereka meminta Kepala Sekolah SMKN 3 Suryana Bando dicopot dari jabatannya. Bahkan, siswa-siswi yang masih menggunakan seragam sekolah tersebut turut membentangkan spanduk yang bertuliskan Kepsek Suryana Bando copot dari jabatannya dan segera dipenjarakan.
Aksi yang dilakukan siswa-siswi tersebut merupakan aksi solidaritas yang menyayangkan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan Kepsek SMKN 3 kesejumlah siswa di dalam sekolah.
Terakhir kekerasan fisik dialami Herlina, salah seorang siswi SMKN 3 yang sempat ditampar oleh Suryana Bando sewaktu Herlina mengikuti upacara pengibaran bendera di halaman sekolah, Senin (7/9) lalu.
Herlina mengaku kalau tamparan yang mengenai pipinya tersebut pada saat dia tidak berdiri dalam posisi tegap karena betisnya keram.”Ibu Kepsek langsung menampar saya di sebelah kanan tanpa ada teguran terlebih dahulu. Saya malu dan tetap menahan rasa sakit hingga ke dalam telinga,” ungkap Herlina di Kantor Disdikbud Makassar.
Ia menambahkan, siswa-siswi SMKN 3 dari berbagai jurusan juga kerap mendapatkan tindakan kekerasan yang dilakukan Kepsek.”Ibu kepsek ringan tangan. Bahkan, beberapa waktu lalu salah seorang siswa sampai terjungkal hingga mengeluarkan air mata karena ditendang oleh kepsek dengan menggunakan sepatu yang runcing didepannya tanpa ada teguran sebelumnya,” tambahnya.
Menyikapi aksi siswa tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Alimuddin Tarawe menegaskan, ia bersama Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah memeriksa Suryana Bando. Hasilnya, Suryana Bando telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepsek.
“Sesuai dengan SK Wali Kota per tanggal 14 September yang meminta Suryana Bando diistirahatkan (non job). Kita menempatkan Suryana Bando sementara bertugas di Kantor Dinas Pendidikan untuk dilakukan pengarahan,” ujar Alimuddin.(arf/war/c)
Siswa Demo Copot Kepsek SMKN 3
×

