MAKASSAR, BKM–Hubungan komunikasi antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar, Alimuddin Taware dengan Sekretaris Disdikbud Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady nampaknya sudah mulai kurang harmonis.
Terbukti, di beberapa agenda acara strategis di luar Kantor Disdikbud, Sekretaris Disdikbud lebih banyak menghadiri acara tersebut tanpa lagi berkoordinasi dengan kadis. Apalagi, antara kadis dan sekretarisnya sudah jarang terlihat bersama, padahal sebelumnya kedua pejabat di Kota Makassar ini selalu bersama termasuk menghadiri panggilan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Tidak hanya itu, informasi yang di himpun dari berbagai sumber yang ada di Kantor Disdikbud, retaknya hubungan keduanya sudah berlangsung cukup lama, bahkan penataan administrasi di kantor yang mengurusi siswa dan guru ini mulai amburadul.
“Retaknya hubungan pak kadis dan sekretaris, karena kurangnya komunikasi sehingga terjadi selisih paham. Kita staf disdikbud juga mengeluhkan kinerja sekretaris dinas karena lebih mengutamakan menghadiri undangan atau kegiatan di luar kantor sehingga administrasi terbengkalai,” ungkap salah satu staf yang minta namanya dirahasiakan, Senin (26/10).
Bahkan kata dia, seharusnya undangan yang ditujukan ke Kadis Pendidikan diketahui terlebih dahulu oleh kadis sebelum diwakilkan ke pejabat lainnya.
“Sekretaris dinas suka meninggalkan kantornya dan lebih memilih menghadiri undangan atau kegiatan kegiatan diluar kantor tanpa ada koordinasi dengan Kadis. Sementara adaji Kadis yang bisa hadiri undangan. Jangankan saya, staf lainnya saja mengeluh kalau sekretaris lebih memilih keluar kantor sehingga administrasi di dinas tebengkalai,” ujarnya lagi.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Alimuddin Tarawe yang ditemui BKM di Kantor DPRD Kota Makassar, kemarin membenarkan jika administrasi di kantor Disdikbud terbengkalai. Ini dikarenakan kurangnya perhatian sekretaris melaksanakan tugasnya di dalam kantor dan memilih untuk menghadiri setiap kegiatan di luar kantor.
“Hubungan Kadis dan Sekretaris harmonisji. Hanya saja memang, sekretaris kurang komunikasi dan meminta izin dengan saya jika akan menghadiri kegiatan di luar kantor. Apalagi, undangan untuk Disdikbud, jadi intinya hanya kurang komunikasi. Kalau kita lihat fungsi dan tanggung jawab kadis yaitu menghadiri setiap kegiatan yang ada, selama kadis masih sanggup,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Dinas, Aryati Puspasari Abady yang turut dikonfirmasi BKM membenarkan jika ia sering meninggalkan kantor, bahkan hampir setiap hari ia memilih untuk menghadiri acara-acara di luar kantor tanpa melakukan koordinasi terlebih dulu dengan Kadis. Ia berinisiatif menghadiri setiap kegiatan maupun undangan karena agenda kadis begitu padat dan tidak bisa dikoordinasikan lagi, sehingga lebih memilih untuk langsung menghadirinya.
“Setiap hari Kadis banyak agendanya jadi saya berinisiatif dengan tujuan untuk membantu menghadiri setiap agenda pak Kadis tanpa menerima arahan terlebih dahulu. Saya rasa, saya harus menghadiri setiap acara pak kadis begitupun dengan Kadis harus menghadiri acaranya,” singkat Aryati Puspasari Abady. (rif-ita/b)

