pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berharap Bisa Kembangkan Usaha

Sudarman Nur, Tukang Service Arloji di Kantor Gubernur (2-Habis)

BERBEKAL pengalaman dan kemahiran yang terus diasah, pelanggan Sudarman pun terus berdatangan. Jika sedang ramai, dalam sehari, dia bisa mereparasi hingga 10 jam tangan.

Laporan: RAHMA AMRI

Namun, kalau lagi sepi, tak satupun yang datang menghampiri. Karena itu, dia harus pandai mengelola keuangan.”Kadang belum selesai satu, ada lagi yang datang. Tapi kadang juga dalam sehari tidak ada pelanggan,” jelasnya.
Tak terhitung lagi jam tangan berbagai merek yang telah diperbaikinya. Mulai yang bermerk Charles Jordan, Calvin Klein, Bulgari, Casio, hingga merk terkenal lainnya.
Soal harga, dia tak mematok standar yang harus dibayarkan atas jasanya. Semua tergantung konsumen, kecuali jika ada spare part atau bagian jam yang harus diganti.
Namun sejauh ini, Sudarman mengaku semua pelanggannya cukup mengerti.
Tak hanya di lingkup Pemprov Sulsel, pelanggan lelaki ini juga banyak dari pegawai SKPD yang kantornya di luar kantor gubernur.
Banyak suka maupun duka yang telah dirasakan selama menjadi tukang servis arloji.
Sukanya, dirinya selalu bertemu dengan orang-orang, bisa berdiskusi dengan mereka di sela-sela jam istirahat. Itu dinilai selalu menambah wawasannya. Dukanya, jika hasil pekerjaannya dikomplain orang. Namun, sejauh ini dia bisa menghadapi komplain yang masuk. Dan dari itu, dia banyak belajar bagaimana strategi untuk memuaskan pelanggan.
Dia memberi contoh, ketika ada pelanggan yang ingin mengganti baterai jam, dia akan menawarkan baterai yang kualitasnya baik kendati harganya agak mahal. Dari pengalamannya, baterai murah bisa merusak jam. Memang awal-awal dipakai, jam tangan bisa bekerja normal. Namun, setelah beberapa hari, jam tersebut malah jadi rusak.
Mulai dari reparasi arloji, saat ini, Sudarman juga mulai mengembangkan sayap menerima layanan service remote dan kalkulator. Dia memang tidak ingin kemampuannya stagnan begitu saja sehingga terus belajar untuk mengembangkan keahlian.
Apalagi perkembagan mesin jam dari waktu ke waktu terus berubah semakin canggih.
Dari hasil bekerja sebagai tukang service jam tangan, Sudarman mampu membiayai hidup keluarga dan menyekolahkan tiga anaknya. Malah, sudah memiliki satu unit rumah di daerah Moncong LoE, Lappara, Kabupaten Maros.
Saat ini, Sudarman bermimpi bisa memiliki satu unit kios yang bisa menjadi tempatnya berusaha. Selain menawarkan jasa sebagai tukang service arloji, bercita-cita menjual jam tangan bermerk. Namun, hingga saat ini, rencananya masih sebatas impian karena terkendala permodalan. Untuk meminjam, dia mengaku takut.
“Saya takut pinjam, bagaimana nanti pengembaliannya. Jangan sampai penghasilan kita lari ke cicilan ji,” tutur lelaki sederhana ini.
Namun dia tak pernah berhenti berharap, impian tersebut suatu ketika bisa terwujud.
Ikhwal Sudarman menjadi tukang service jam, berjalan seperti air mengalir. Di era orde baru dulu hingga awal reformasi, ayah tiga anak ini merupakan aktifis buruh yang kerap bersuara lantang menyerukan aspirasi untuk kesejateraan sejawatnya.
Kantor Gubernur Sulsel merupakan lokasi yang kerap disambanginya sebagai kantor sasaran aksi demonstrasinya.
Karena kerap bersuara lantang, Sudarman pun diberhentikan dari tempat kerjanya di sebuah perusahaan yang berlokasi di KIMA.(rhm/b)



×


Berharap Bisa Kembangkan Usaha

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar