WATAMPONE, BKM — Buaya yang menghuni Sungai Unynyi, di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone kembali beraksi. Seorang warga setempat bernama Bonci (60) yang menjadi korbannya.
Tubuh Bonci ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (21/2) sekitar pukul 07.15 Wita. Posisinya tengkurap dan sudah terapung di tengah sungai.
Warga dan tim SAR (Search and Rescue) yang melakukan evakuasi cukup kaget. Sebab tubuh korban tinggal separuhnya. Yang tersisa hanya bagian punggung hingga kepala. Sedangkan pinggang ke bawah, serta kedua kaki korban sudah tidak ada lagi.
Usus korban juga terburai dan terapung di atas air. Jari-jari tangan sebelah kanan juga habis.
Warga sekitar memastikan, Bonci yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani tewas karena dimangsa buaya. Apalagi, pada pertengahan 2015 lalu, di Sungai Unynyi ini juga ada seorang warga yang meninggal akibat diterkam buaya.
Informasi yang diperoleh dari warga, Bonci meninggalkan rumahnya Sabtu (19/2) sore pukul 17.00 Wita. Ia diketahui hendak mandi di sungai. Jarak rumahnya dengan sungai memang cukup dekat, karena tepat di belakang rumahnya.
Namun hingga malam hari, Bonci belum juga pulang ke rumah. Anak, cucu, tetangga serta keluarganya yang lain mulai merasa cemas.
Mereka kemudian berusaha melakukan pencarian. Hasilnya, sarung dan pakaian serta peralatan mandi sang kakek ditemukan di pinggir sungai.
Khawatir dengan kondisi Bonci, pihak keluarga kemudian melapor ke aparat keamanan dan pemerintah kecamatan. Pencarianpun dilakukan hingga dinihari, namun tidak membuahkan hasil.
Keesokan harinya, Minggu (21/2), sejak pagi buta pencarian dilanjutkan. Tidak lama kemudian, tepatnya pukul 07.15 Wita jazad korban berhasil ditemukan dengan kondisi mengenaskan.
Sultan, salah seorang warga Uloe yang rumahnya juga berada di pinggir Sungai Unynyi, mengaku heran dengan posisi penemuan tubuh korban. Sebab hanya sekitar 200 meter dari tempat pakaiannya ditemukan. Bukan ke arah hilir, melainkan ke bagian hulu sungai.
”Dengan posisi penemuan ini, saya sangat yakin Bonci dimakan buaya, karena badannya tinggal sepotong. Terus dia tidak hanyut. Malah justru melawan arus. Karena ada 200 meter dari tempatnya mandi dengan lokasinya ditemukan. Berarti kan dia diseret ke atas,” kata Sultan menjelaskan analisanya.
Diakui Sultan, sebenarnya warga setempat sudah tidak berani lagi turun dan mandi di sungai sejak adanya warga yang dimangsa buaya tahun lalu. ”Sepertinya buaya di sini buaya lapar. Apalagi sekarang air lagi pasang. Bisa jadi buaya bebas bergerak ke sana kemari tanpa diketahui karena air sungai semakin dalam,” terang Sultan.
Terpisah, Kapolsek Dua Boccoe AKP H Risal yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan jika korban Bonci meninggal akibat dimangsa buaya. Bahkan, menurutnya, ini bukan kali pertama terjadi warga tewas diterkam buaya di Sungai Unynyi
”Dari kondisi tubuh saat ditemukan, korban itu dimangsa buaya. Ini bukan pertama kali terjadi. Hampir setiap tahun buaya yang ada di sungai itu memangsa warga. Tahun lalu juga ada. Tahun 2014 juga ada. Saat itu buayanya sempat dibunuh dengan jalan ditembak,” jelas Kapolsek.
Mantan Kasat Intel Polres Bone ini menambahkan, sejak kejadian tahun lalu, tripika kecamatan sudah mengimbau warga untuk tidak turun ke sungai. Karena dikhawatirkan kejadian serupa akan terulang lagi.
”Tapi saya heran, kenapa masih ada warga yang berani turun ke sungai, padahal jauh sebelumnya sudah diperingatkan,” terang Risal.
Diakui Kapolsek, sejak tahun 2015 lalu sudah digelar operasi gabungan dari Tripika bersama warga. Operasi ini dimaksudkan untuk mencari buaya pemangsa. Hanya saja hewan buas tersebut tidak ditemukan.
”Waktu itu sudah ada perintah dari Komandan Kodim untuk menembak buaya jika ditemukan. Sekarang ini gabungan tripika dan warga kembali melakukan pengejaran. Tapi kita mendapat kesulitan untuk menemukan tempat persembunyiannya,” jelas Risal.
Peristiwa tewasnya warga akibat dimangsa buaya di Sungai Unynyi, juga mendapat perhatian serius dari Kapolres Bone AKBP Yulir Kus Nugroho. Dia berjanji akan segera melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD dan TNI, khususnya Kodim 1407 Bone.
“Sudah ada beberapa warga yang jadi korban, dan ini tidak boleh dibiarkan. Kita harus mencari cara yang tepat agar buaya tidak di sungai itu tidak lagi memangsa warga,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin.
Disinggung informasi tentang kepercayaan masyarakat setempat bahwa buaya tersebut merupakan penunggu alias buaya gaib, Kapolres meminta agar hal itu dikesampingkan dulu. Sebab keberadaan buaya tersebut sudah sangat berbahaya dan telah menelan korban jiwa.
”Tahun lalu Dandim sudah perintahkan untuk dibinasakan, tapi buayanya tidak ditemukan. Ini harus dicari lagi. Saya yakin buayanya hanya satu,” kunci Kapolres. (amr/rus/a)
Mandi di Sungai, Tewas Dimangsa Buaya
×

