pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Meski di Perantauan Rezeki Tetap Ada

MERAIH sukses dalam bisnis tidak semudah memejamkan mata. Diperlukan kemauan, keuletan, serta kecerdasan melihat peluang usaha yang ada.

Laporan: RAHMAN

Apalagi bila usaha dimulai di daerah perantauan, sehingga diperlukan waktu ekstra membagi kesibukan antara bisnis dan pekerjaan di rumah.
Hal inilah yang dilakukan Lamarito, perantau asal Raha, Sulawesi Tenggara yang hingga sekarang sukses membangun usaha penjualan tanaman hias di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Jalan Uri Sumoharjo, Makassar.
Pria kelahiran Raha, 66 tahun silam sejak dulu sangat mencintai tamanan hias dan dia mewujudkan minatnya tersebut di Makassar.
Bergelut di bisnis tanaman hias, memang dibutuhkan keuletan dan kesabaran terutama merawat bunga tersebut. Apalagi tidak semua orang membutuhkan bunga tersebut.
Anto sapaan akrabnya mengaku, iya mengawali bisnis tanaman hias 15 tahun yang lalu karena melihat maraknya kegiatan bercocok tanam hias yang dilakukan di rumah warga. Dari kondisi itulah sehingga Anto muncul ide untuk menjual tanaman hias. Jenis tanaman yang dibagikan pun saat itu masih tiga tanaman yakni kattus dan pohon buah yang telah dibongsai. Setelah itu, mulai menjual bibit-bibit tanaman buah atau tanaman pelindung.
Apalagi, pengalamannya selama mengabdi di Pemerintah Kota Makassar sebagai PNS di Dinas Pertamanan dan Kebersihan menjadi bekal bagi Lamarito untuk memulai bisnis tersebut.
Dia sendiri memulai usahanya itu sejak 2001 hingga sekarang. Dia sendiri menggeluti usaha satu-satunya itu selama 15 tahun. Dalam menjalani usaha itu, dia hanya dibantu oleh saudarinya, Wagure.
Semenjak dirinya pensiun (2006), dirinya hanya fokus menjaga, merawat dan menjual tanaman hias. Tidak sia-sia, dirinya mampu meraup omzet perbulan sekitar Rp15 juta rupiah atau rata-rata Rp500 perhari walaupun tidak setiap hari ada pembeli.
” Tidak setiap hari juga ada yang laku sehingga penghasilan tidak menentu. Kalau dirata-ratakan Rp500 perhari,” kata Ato di depan penulis.
Pria yang memiliki motto kerja dan berikhtiar ini berharap dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang terkait usaha tanaman hias yang terbilang menjanjikan tersebut.(man/war)



×


Meski di Perantauan Rezeki Tetap Ada

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar