pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tidak Menentu Jam Kerja Demi Tugas

PAGI yang cerah di Dinas Perhubungan Kota Makassar. Pagi itu berlangsung upacara yang dihadiri seluruh pegawai di Dinas Perhubungan.

Seluruh petugas Dishub terlihat sangat bergembira untuk menjalankan amanah sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) mereka. Ada yang mengatur jalan, ada juga yang bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian operasional di jalan raya.
Di dalam barisan itu berdiri pria tegak bernama Hengki.
Pria berdarah Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur ini ini terlihat senang menerima tugas sebagai anggota Pengendalian Operasional Dishub Makassar.
Di Dinas Perhubungan, pria yang lahir di Kota Makassar pada 1 Maret 1987 ini mengaku, bertugas sebagai pengawas dan pengendali operasi di Dishub merupakan pekerjaan yang penuh dengan tantangan.
Disamping itu, dia senang mendapatkan banyak teman yang senasib dan sepenanggungan.
Saat ditemui penulis, pria yang bertubuh tambung ini melepas senyum khasnya. Panggil saja aku Hengki,” ujar petugas berseragam biru saat bertugas mengatur lalu lintas di Jalan AP Pettarani.
Tugas pria yang selalu memegang handy talkie ini cukup berat, bagaimana mengatur kelancaran lalu lintas yang amanah itu terletak di pundaknya. Namun petugas Dishub yang ramah ini menganggap tugas bukanlah beban tapi amanah yang harus dikerjakan sebaik-baiknya.“Tugas itu amanah, saya kerjakan ikhlas untuk kepentingan masyarakat Makassar,” katanya.
Tiap hari, Hengki sudah menuju kantornya di Jalan Sultan Alauddin sekitar pukul 06.00 Wita untuk mengerjakan tugasnya. Dia tidak ingin terlambat masuk kantor lantaran macet. Bahkan dengan menggunakan motor trail, Hengki biasanya singgah dulu mengatur lalu lintas di jalanan yang terlihat macet.
“Sebagai petugas Dishub saya harus siap bertugas dimana-pun termasuk mengatur lalu lintas. Sebaliknya saya harus memberi contoh yang baik ke orang termasuk ke teman-temannya,” ungkapnya.
Bila tidak bisa ditemui di Kantor Dishub Makassar, Hengki sudah berada di jalan untuk berkeliling mengecek kondisi lalu lintas.
Saat ditanya soal gaji honorernya, pria ramah ini langsung menjawab cukup. Baginya, berapapun pendapatan yang diperoleh harus disyukuri.
Hengki juga sempat bercerita sebelum dia diberi amanah bekerja di kantor Dishub Makassar. Awalnya, pria berusia 29 tahun itu melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia Timur (UIT) setelah tamat SMA di kampung halamannya. Di kampus Frengki dikenal sebagai sosok yang sangat menyenangi mengurus organisasi, tujuannya yaitu mencari pengalaman dan relasi banyak.
Sejak lulus di perguruan tinggi pada tahun 2011 lalu, dia masih sibuk mengurus beberapa organisasi, salah satu sebagai anggota di Brigade 08. Saat bergabung di Brigade 08, dia mengaku begitu banyak mendapat pengalaman, wawasan luas, dan tentunya banyak mengenal pejabat pejabat yang ada di Makassar.
Alhasil, kesibukan mengurus organisasi ternyata tidak sia sia, ia mendapat kenalan pejabat pejabat atau orang yang berpengaruh di Kota Makassar, yang mengantarnya bergabung menjadi petugas Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar.
“Awal saya masuk di Dishub Kota Makassar setelah mendapat tawaran dan saya mencoba memasukkan berkas lamaran. Kebetulan saya butuh kerjaan,” kata Hengki.
“Saya senang karena bisa bergabung menjadi petugas Dishub Makassar, dan itu saya mulai di tahun 2015 lalu sampai sekarang ini. Untuk status saya juga masih tenaga kontrak, tetapi saya tetap bangga dan sabar,” katanya.
Saat ini, anak bungsu dari dua orang bersaudara itu juga bergabung di Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dishub Makassar yang dimana kebanyakan bertugas mengawal Wali Kota Makassar ataupun Wakil Wali Kota Makassar ketika ingin menghadiri acara penting.
“Sekarang ini saya masuk menjadi Tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas untuk mengatasi kemacetan dan mengawal perjalanan Wali Kota Makassar atau Wakil Wali Kota Makassar yang ingin melakukan kunjungan kerja. Tetapi yang dominan saya ikuti adalah Wali Kota Makassar, sesuai tugas yang telah diperintahkan,” ucapnya.
Untuk jam kerjanya sendiri, pria yang hobi olahraga Futsal itu mengaku tidak memiliki jam kerja yang menentu. Sebab dia baru dapat beristirahat di rumahnya ketika pejabat yang dikawalnya selesai mengisi agenda yang ada.(arf/war)



×


Tidak Menentu Jam Kerja Demi Tugas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar