pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bahagiakan Dulu Ibu Setelah Itu Menikah

PULUHAN personil Dinas Perhubungan Kota Makassar disiagakan di jalan guna mengamankan arus lalu lintas di saat Ramadan, mudik, hingga arus balik ke Kota Makassar.

Laporan: ARIF AL QADRY

Tugas mereka dinilai sangat penting meski tidak mendapat penghargaan dari warga. Kondusifitas di jalanan merupakan tanggungjawabnya. Bahkan suka maupun duka selalu dia rasakan selama bertugas di jalan seperti kebersamaan bersama keluarga berkurang.
Hal tersebut sangat dirasakan Hengki, Petugas Pengendalian Operasional Dishub Makassar.
Warga keturunan Flores, Nusa Tenggara Timur ini mengaku siap menjalankan tugas meski harus bersedia terkena panas matahari, dinginnya air hujan dan angin malam hingga tak bisa berlama-lama berkumpul bersama keluarga.
Di usianya yang sudah cukup matang 29 tahun, dia juga mengaku kadang ingin melepas lajang dan menikahi perempuan pujaannya.
Hanya saja, waktunya yang cukup padat membuat dia susah untuk bisa bersama dengan wanita pujaannya tersebut.”Kadang saya juga merasa mau sekali kumpul kumpul dengan pacarku, tetapi disisi lain saya juga tetap harus profesional menjalankan tugas dan tanggungjawab saya,” ucapnya.
Meski begitu, dia tetap bercita-cita ingin menikahi wanita pujannya setelah terlebih dahulu membahagiakan orang tuanya yaitu ibunya yang saat ini sudah berusia 63 tahun. Bahkan, dia memilih untuk tetap fokus bekerja dan merawat Ibuya.
“Biarpun saya hitam, tapi banyak ji yang suka. Istilahnya hitam-hitam manis. Program hidup saya, nanti berumur 33 tahun baru meminang wanita pujaannya. Biar berlama-lama dulu pacaran supaya terus-terusan lebih dekat,” paparnya.
Ditanya soal gaji honor yang didapatkan, Hengki enggan menyebut angkanya di depan penulis. Hengki hanya mengaku bersyukur gaji yang didapatnya cukup untuk hidup dan membelikan obat untuk ibunya yang sedang sakit.
“Kalau tantangan bekerja seperti ini kayaknya tidak terlalu berat, hanya tetap standby menunggu perintah. Saya senang bekerja seperti ini, apalagi gaji yang saya dapat ini juga sebagian besar saya gunakan untuk biaya berobat ibu saya, karena bapak saya sudah meninggal dan satu saudara saya sudah tinggal bersama keluarganya. Jadi tinggal saya sendiri yang merawat ibu,” tutupnya.
Tiap hari, Hengki sudah menuju kantornya di Jalan Sultan Alauddin sekitar pukul 06.00 Wita untuk mengerjakan tugasnya. Dia tidak ingin terlambat masuk kantor lantaran macet. Bahkan dengan menggunakan motor trail, Hengki biasanya singgah dulu mengatur lalu lintas di jalanan yang terlihat macet.
“Sebagai petugas Dishub saya harus siap bertugas dimana-pun termasuk mengatur lalu lintas. Sebaliknya saya harus memberi contoh yang baik ke orang termasuk ke teman-temannya,” ungkapnya.
Bila tidak bisa ditemui di Kantor Dishub Makassar, Hengki sudah berada di jalan untuk berkeliling mengecek kondisi lalu lintas.
Hengki juga sempat bercerita sebelum dia diberi amanah bekerja di kantor Dishub Makassar. Awalnya, pria berusia 29 tahun itu melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia Timur (UIT) setelah tamat SMA di kampung halamannya. Di kampus Frengki dikenal sebagai sosok yang sangat menyenangi mengurus organisasi, tujuannya yaitu mencari pengalaman dan relasi banyak.
Sejak lulus di perguruan tinggi pada tahun 2011 lalu, dia masih sibuk mengurus beberapa organisasi, salah satu sebagai anggota di Brigade 08. Saat bergabung di Brigade 08, dia mengaku begitu banyak mendapat pengalaman, wawasan luas, dan tentunya banyak mengenal pejabat pejabat yang ada di Makassar.
Alhasil, kesibukan mengurus organisasi ternyata tidak sia sia, ia mendapat kenalan pejabat pejabat atau orang yang berpengaruh di Kota Makassar, yang mengantarnya bergabung menjadi petugas Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar.
“Awal saya masuk di Dishub Kota Makassar setelah mendapat tawaran dan saya mencoba memasukkan berkas lamaran. Kebetulan saya butuh kerjaan,” kata Hengki.
“Saya senang karena bisa bergabung menjadi petugas Dishub Makassar, dan itu saya mulai di tahun 2015 lalu sampai sekarang ini. Untuk status saya juga masih tenaga kontrak, tetapi saya tetap bangga dan sabar,” katanya.
Saat ini, anak bungsu dari dua orang bersaudara itu juga bergabung di Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dishub Makassar yang dimana kebanyakan bertugas mengawal Wali Kota Makassar ataupun Wakil Wali Kota Makassar ketika ingin menghadiri acara penting.
“Sekarang ini saya masuk menjadi Tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas untuk mengatasi kemacetan dan mengawal perjalanan Wali Kota Makassar atau Wakil Wali Kota Makassar yang ingin melakukan kunjungan kerja. Tetapi yang dominan saya ikuti adalah Wali Kota Makassar, sesuai tugas yang telah diperintahkan,” ucapnya.(arf/war)



×


Bahagiakan Dulu Ibu Setelah Itu Menikah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar