MAKASSAR, BKM — Muh Yahya Mustafa berhasil meraih gelar doktor bidang sosiologi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia mempertahankan disertasinya dalam rapat senat di kampus Program Pascasarjana (PPs) UNM, Kamis (29/9).
Yahya yang merupakan dosen tetap di Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar meneliti dinamika politik di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan era reformasi. Disertasinya berjudul; Involusi Politik, Studi Partai Persatuan Pembangunan pada Pemilu Legislatif Era Reformasi di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hadir dalam ujian doktor kemarin, Prof Dr HM Tahir Kasnawi,SU selaku promotor, kopromotor Dr Imam Mujahidin Fahmid,MT.Dev, Ketua Program Studi Sosiologi PPs UNM, Prof Dr Andi Agustang,MSi. Bertindak selaku penguji eksternal Prof Dr Armin Arsyad,MSi dan penguji internal masing-masing Prof Dr Darmawan Salman,MSi dan Prof Hamdan Juhanis,MA.PhD. Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Andi Niartiningsih juga hadir dalam promosi doktor Yahya Mustafa.
Di depan tim penguji, pria kelahiran Kahu, Bone, 5 Oktober 1965 itu memaparkan hasil penelitiannya. Dia menyebut, di era reformasi, PPP di Sulawesi Selatan. Involusi disini adalah sebuah kondisi yang tumbuh ke dalam. Ataupun evolusi yang terlambat.
”Dari empat kali pemilu di era reformasi, PPP hanya mampu melahirkan 25 legislator di DPRD. Dari jumlah itu, tercatat hanya ada 17 kepala. Karena sebagian diantaranya ada yang dua hingga tiga kali menjadi anggota dewan,” terang Yahya.
Selain itu, dia juga membeber temuan adanya kader yang pindah dari partai lain dan bergabung di PPP lalu menjadi calon legislatif. Meski tergolong baru di partai berlambang Ka’bah ini, caleg tersebut kemudian terpilih dan menjadi anggota DPRD Sulsel.
”Jadi disini faktanya, pemilih lebih condong ke figur caleg. Bukan lagi pada partai. Apalagi jika berbicara tentang partai Islam. Tidak ada jaminan partai Islam akan dipilih oleh mereka yang umat muslim,” jelas Yahya, sambil menyebut nama Andi Sugiarti Mangun Karim yang kini menjadi anggota DPRD Sulsel dari PPP.
Dari hasil wawancara Yahya di lapangan, terungkap jika sosok yang baru bergabung dengan PPP lalu terpilih menjadi anggota dewan, lebih dikarenakan dia mampu menjaga hubungan dengan konstituen. Sehingga di partai manapun ia bergabung, selalu akan terpilih.
”Kantong-kantong pemilihnya selalu ia jaga. Dia selalu datang kapanpun dibutuhkan. Empat kali pindah partai, selalu terpilih menjadi anggota dewan,” tandasnya. (rus)
Teliti Involusi di PPP, Yahya Mustafa Raih Doktor
×

