MAKASSAR, BKM — Pelebaran Jembatan Sungai Tello tidak lama lagi akan dilaksanakan. Rencananya, proyek itu tidak akan ditenderkan lagi. Pasalnya, ketika BBPJN XIII membuka penawaran akhir tahun lalu, tidak ada satupun perusahaan yang mendaftar memenuhi klasifikasi yang diharapkan.
Akhirnya, BBPJN melakukan konsultasi ke Kementerian Pekerjaan Umum untuk mencari jalan keluar persoalan itu.
Disepakati jika pengerjaannya dipaketkan dengan proyek Midlle Ring Road (MRR). Artinya, kontraktor yang mengerjakan proyek MRR ditunjuk untuk melaksanakan pelebaran Jembatan Sungai Tello.
Kepala Satker Jalan Metropolitan BBPJN XIII, Amin Hamid mengemukakan, pertimbangan sehingga pelebaran Jembatan Tello dipaketkan dengan MRR karena dibutukan kontraktor berpengalaman, memiliki keahlian dan keterampilan dalam mengerjakan konstruksi yang cukup rumit.
Selain itu, pelaksana MRR yakni PT Sumber Sari memiliki alat pendukung untuk pengerjaan konstruksi, khususnya dalam melaksanakan borepile.
Selain itu, jika proyek ini tidak dilelang kembali, maka ada penghematan anggaran hingga 20 persen. Anggaran yang disiapkan untuk pelebaran Jembatan Sungai Tello sekitar Rp4,1 miliar.
Menurut Amin, menurut rencana pekan depan sudah ada aktifitas yang akan dilakukan di sana.
“Minggu depan, pelaksana kegiatan mulai akan membersihkan area yang akan dikerjakan, ” kata Amin, Rabu (8/3).
Terkait informasi yang beredar jika struktur jembatan sudah kurang aman, ditegaskan jika hingga saat ini masih aman untuk dilewati tanpa batasan tonase kendaraan.
Kabid Pembangunan dan Pengujian BBPJN XIII, Budiamin menuturkan konstruksi jembatan jembatan Tello memang cukup berumur. Kata dia dibangun sejak 1960 dengan panjang 59,8 meter.
“Namun setiap tahun rutin dicek. Kami juga kemarin sudah melakukan pengecekan lantai dan bangunan atas masih sangat bagus kondisinya. Dijamin aman. Kecuali ada bencana alam atau gempa,” ungkapnya, Rabu, 8 Maret.
Kata dia, retakan yang ada karena sambungan atau join antara kantilever dengan lantai. Itu proses dilatasi. Budiamin menjelaskan memang ada jarak pemuaian antar sambungan karena struktur jembatan tidak boleh kaku.
“Tetapi ini akan ditutupi aspal Plug join yang fleksibel sehingga tidak ada lagi keretakan. Supaya pengguna jalan tidak lagi khawatir,” bebernya.
Penjelasan itu diperkuat oleh Kordinator Tim Konsultan Perencanaam dan Pengawasan Jalan Nasional sulsel
Ir Bakri N.
Menurut dia, pihaknya sudah turun memeriksa struktur dan kondisi jembatan.
Secara umum kondisi jembatan masih sangat bagus.
“Kondisi lantai dan balok masih baik. Konstruksi jembatab juga bagus sekali. Jadi jangan ada keresahan akan runtuh. Kecuali jika ada bencana atau sejenisnya, kami tidak bisa jamin, ” pungkasnya. (rhm)
Pekan Depan, Pelebaran Jembatan Tello Dimulai
×

