pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Libatkan Media Dalam Mencegah Terorisme

MAKASSAR, BKM– Dalam melaporkan atau menyampaikan isu terorisme melalui pemberitaan, media massa diminta untuk lebih profesional menyajikan berita berdasarkan kode etik dan pedoman peliputan terorisme.
Hal tersebut disampaikan anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Willy Pramudya di Gedung Graha Pena Makassar, lantai IV, Rabu (12/4).
Kedatangan Willy guna membahas lanjutan program yang telah sukses dilaksanakan di tahun sebelumnya oleh Dewan Pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Menurut Willy, program yang setiap tahun dilaksanakan itu, bertujuan melibatkan media dalam pencegahan terorisme. Dimana program yang dibuat hasil produksi masyarakat pers dengan melibatkan akademisi, korban teroris dan mantan terorisme.
“Adanya deseminasi di pedoman peliputan terorisme, kami melihat sudah ada perubahan yang dimana sudah cukup banyak media yang mentaati kode etik dan pedoman peliputan terorisme. Dan hanya beberapa persen saja yang masih perlu diberikan desminasi,” katanya.
Dia menambahkan, apa yang dilakukan lebih pada bidang pencegahan yang harus dilakukan. Terlebih bidang media massa sangat berpengaruh karena memiliki fungsi untuk mencerahkan publik dan mendidik publik dengan isu terorisme. Selain itu, media massa juga berfungsi untuk mengungkap apa yang belum terungkap mengenai teka-teki terorisme.
“Terorisme jangan selalu dikaitkan dengan agama. Karena terorisme bisa datang dari mana saja dengan penyebabnya bisa salah tafsir terhadap agama, bisa karena ketidakadilan dan ketimbangan sosial,” ucapnya.(arf)



×


Libatkan Media Dalam Mencegah Terorisme

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar