MAKASSAR, BKM– Pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Makassar sampai saat ini tak kunjung direalisasikan. Padahal, rencana tersebut sudah dirancang sejak 2015 silam oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Hanya saja dalam perkembangan terbarunya, Jalan Tol Dalam Kota Makassar justru akan mulai dibangun akhir tahun 2017 mendatang.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat dihubungi BKM, Rabu (5/7).
Danny sapaan akrab wali kota bahkan mengaku lebih bersemangat mewujudkan impian tersebut setelah mendapat dukungan dan keinginan bersama dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo yang memiliki ide sama ingin membangun tol layang dalam kota.
” Tol layang dalam kota yang direncanakan Gubernur Sulsel akan dibangun dan berpusat di sekitar tempat perbelanjaan sangat bersinergi dengan program dari Pemerintah Kota Makassar yang telah direncanakan jauh sebelumnya,” kata Danny.
Menurut Danny, lambatnya pelaksanaan proyek pembangunan Jalan tol dalam kota lebih disebabkan karena harus menunggu izin dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun dipastikan proyek pembangun tol dalam kota mulai dapat dilaksanakan akhir tahun ini.
“Akhir tahun ini kita terget sudah mulai dibangun, tinggal izin saja dari pusat. Banyak izin yang harus dilengkapi,” tutupnya.
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengutarakan gagasan untuk membangun tol layang (elevated) dalam kota, khususnya di titik-titik yang rawan terjadi kemacetan.
Salah satu lokasi yang dibidik adalah pembangunan elevated road di kawasan pusat perekonomian Panakkukang.
Ternyata, Gubernur Syahrul YL, sudah berpikiran cukup jauh untuk menghadirkan jalan bebas hambatan di kasawan tersebut. Malah, dia sudah sampai ke tahap hitung-hitungan kebutuhan anggaran.
Selain itu, orang nomor satu di Sulsel itu dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan DPRD dan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, untuk membicarakan rencana ini. Termasuk membicarakan bagaimana bentuk rekayasa jalan ketika tol tersebut akan dibangun. Termasuk mengukur atau menghitung pergerakan kendaraan di kawasan tersebut.
Terkait hitung-hitungan dana yang dibutuhkan, Syahrul menerangkan, untuk pembangunan ruas jalan sepanjang 1.000 meter atau 1 kilometer, dibutuhkan sekitar Rp150 miliar. Sehingga untuk pembangunan elevated road sepajang 4 hingga 5 kilometer, dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun lebih.
Dia menuturkan, untuk pembiayaan infrastruktur jalan, pihaknya sebenarnya tidak perlu khawatir karena pusat bisa membantu dengan mengucurkan anggaran melalui obligasi. Apalagi, tingkat kepercayaan pusat terhadap Sulsel sangat tinggi setelah provinsi ini meraih WTP tujuh kali berturut-turut.
“Kepercayaan negara terhadap Sulsel cukup tinggi. Kita bisa dibantu anggaran hingga Rp3 triliun, ” ungkapnya usai menghadiri Rapat Paripuran di DPRD Sulsel.
Lebih jauh SYL menjelaskan, ide ini bisa menjadi solusi kemacetan yang sudah menjadi persoalan di Kota Makassar. Apalagi, hingga saat ini jumlah kendaraan makin meningkat.
Menurutnya, untuk kawasan Panakukkang, pergerakan kendaraan per hari mencapai 65 ribu unit. “Penambahan motor sebulan 28 ribu, mobil 2.400. Kendaraan yang masuk ke Makassar dari luar dalam sebulan sebanyak 700 ribu,” pungkasnya.(arf)

