pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemprov Ngotot tak Mau Lepaskan Akper Anging Mammiri

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Pusat memberi empat opsi bagi Akademi Keperawatan (Akper) Anging Mammiri yang selama ini berada di bawah kewenangan Pemprov Sulsel.

Empat opsi tersebut, seperti penjelasan Sekprov Sulsel, Abdul Latif, usai menggelar rapat dengan manajemen Akper Anging Mammiri baru-baru ini adalah bergabung ke Kemenristekdikti, Kemenkes, bentuk UPTD, atau tutup.
Dalam rapat itu, dipilih opsi untuk merger ke perguruan tinggi yakni UNM seperti yang dijelaskan Kepala UPTD Akper Anging Mamiri, Halwatia.
“Pengelolaan perguruan tinggi (PT) telah menjadi kewenangan pusat. Akademi Keperawatan (Akper) Anging Mamiri yang masih dikelola Pemprov Sulsel pun segera beralih. Opsinya, merger ke Universitas Negeri Makassar (UNM),” ungkapnya.
Pengalihan kewenangan itu berdasarkan Undang-undang Nomor 2/2016. Secara nasional, 71 sekolah mesti beralih, 43 diantaranya merger ke perguruan tinggi negeri (PTN). Termasuk Akper Anging Mamiri.
Namun ternyata, Pemprov Sulsel terkesan setengah hati bahkan tidak ikhlas untuk melepas Akper Anging Mammiri.
Itu ditunjukkan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat meninjau Akademi Keperawatan (Akper) Anging Mamiri di Jalan Wijaya Kusuma, Jumat (7/7).
Orang nomor satu di Sulsel itu menepis wacana jika kampus tersebut akan lepas dari Pemerintah Provinsi Sulsel.
Dalam sambutannya, SYL mengatakan, daerah perlu diberikan ruang untuk mengelola Akper Anging Mammiri.
“Meluruskan kebijakan yang tidak perlu, daerah harus diberikan ruang akselarasi. Bahwa pengendalian sistem, fasilitasi dan asistensi dilakukan oleh kementrian terkait, itu wajar, tetapi kreasi daerah harus dilakukan,” sebut SYL.
SYL juga mempertanyakan apakah mergernya Akper Anging Mammiri itu penting dan efektif serta tidak merugikan aktifitas yang sudah berjalan dengan baik selama ini.
Terpisah, salah satu tenaga pengajar Pius Nalang, mengatakan, kehadiran Gubernur Sulsel memberikan kepastian atas isu atau wacana yang berkembang sejauh ini. ” Hadirnya Pak Gubenur memberikan jaminan atas kegalauan mahasiswa dan dosen, karena Pak Syahrul mengatakan akan menjamin sehingga proses belajar mengajar di sini bisa fokus,” harapnya.
Akademi keperawatan ini membuka jenjang pendidikan D3 Keperawatan. Pertama kali berdiri pada tahun 1972 dengan nama SPK Labuang Baji sebelum berubah pada tahun 2000 menjadi Akper Anging Mamiri.
Selama ini, tiap tahun, Akper Anging Mammiri memberi kontribusi PAD Rp3,5 miliar. Subsidi dari pemprov berkisar Rp8 hingga Rp10 miliar. Sejak 30 tahun berdiri, Akper memiliki sekitar 1.000 alumnus. Kini, mahasiswa terdaftar sebanyak 600 orang.
Sementara, staf pengajar berjumlah 89 orang, 43 diantaranya merupakan pegawai organik. (rhm)



×


Pemprov Ngotot tak Mau Lepaskan Akper Anging Mammiri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar