pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kehadiran Taksi Daring Berdampak ke BRT

MAKASSAR, — Kehadiran taksi daring (dalam jaringan) atau biasa disebut taksi online tampaknya berimbas pada operasional bus rapid transport (BRT) atau biasa juga disebut busway.

Menurut General Manager (GM) Perum Damri, Ilyas Hariyanto, turunnya minat masyarakat untuk menggunakan fasilitas BRT hingga 40 persen karena sulitnya bersaing dengan taksi online. Kondisi itu juga ditambah belum maksimalnya masyarakat yang memanfaatkan armada BRT.
“Penumpang justru menurun hingga 40 persen karena sulit bersaing dengan taksi daring atau online,” ungkapnya, Minggu (30/7).
Dia melanjutkan, hanya koridor III, Makassar-Pallangga yang relatif ramai karena melayani juga Mal Panakkukang.
Pihaknya pun berharap agar ada skema subsidi dari pemerintah untuk menutupi biaya operasional.
Hingga saat ini, BRT sudah beroperasi selama dua tahun. Karena terus merugi Perum Damri sebagai pengelola BRT harus menutupi kerugian yang tak sedikit.
Dari 30 unit BRT yang beroperasi, pendapatan harian hanya sekitar Rp2,7 juta. Sementara beban operasional harian lebih dari Rp3,6 juta.
“Artinya sehari, kami harus menanggung rugi sekitar Rp900 ribu,” ungkapnya.
Beban operasional tersebut kata Ilyas, mulai dari biaya bahan bakar minyak (BBM), dinas jalan sopir, dinas jalan pengawas. Kalau diratakan, kerugian mencapai Rp27 juta sebulan.
“Kalau dihitung biaya perawatan dan gaji pengemudi BRT, kerugian lebih besar lagi,” tuturnya.
Sementar itu, Kepala UPTD Transportasi Mamminasata, Fahlevi Yusuf, mengakui, keberadaan BRT saat ini memang belum optimal. Untuk solusi jangka pendek, pihaknya akan menganggarkan program kampanye penggunaan BRT untuk menggaet khusus pelajar dan mahasiswa.
“UPTD kami baru. Dan anggarannya terbatas. Tetapi, kami akan menggenjot kampanye menggunakan BRT lewat media. Harapannya bisa berefek baik,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim terpadu untuk memantau halte-halte BRT. Kata Fahlevi, tim terpadu ini akan melakukan survei kondisi 103 titik halte BRT yang tersebar mulai dari Takalar hingga Maros. Untuk pemetaan halte yang sudah berfungsi, masih sepi dan sebagainya.
“Semuanya difoto dan ditandai di Google Map. Pihak Damri akan kami undang selanjutnya untuk membahas solusi jangka panjang BRT,” tandasnya.(rhm)



×


Kehadiran Taksi Daring Berdampak ke BRT

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar