pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Murid SD Tanyakan Pembangunan Stadion Barombong ke Syahrul

MAKASSAR, BKM–Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2017 tingkat provinsi diperingati, Kamis (3/8) di halaman depan Kantor Gubernur Sulsel.

Kegiatan itu dihadiri langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) dan lainnya.
Tema peringatan Hari Anak tahun ini adalah “Saya Anak Sulsel, Saya Gembira”. Sekitar 1.000-an anak-anak merupakan murid dan pelajar se-Kota Makassar dan perwakilan Forum Anak kabupaten/kota se-Sulsel memeriahkan acara tersebut.
Hari Anak Nasional sendiri setiap tahunnya jatuh pada tanggal 23 Juli. Namun untuk tingkat Sulsel, diperingati kemarin.
Ada yang menarik dari acara tersebut, seorang murid dari SD Pertiwi berumur sekitar tujuh tahun yang melakukan tanya jawab dengan gubernur bertanya,” Kenapa pembangunan Stadion Barombong berhenti?”.
Gubernur pun menjelaskan sebenarnya pembangunan stadion tersebut tidak berhenti tapi anggarannya ditarik dulu pelaksanaan Sea Games di Palembang.
Pertanyaan anak kecil itu otomatis mengundang pertanyaan karena dinilai bermuatan politis.
Selain itu, kejadian tak terduga lainnya juga terjadi saat orang nomor satu di Sulsel itu berpidato dan memberikan motivasi kepada anak-anak yang hadir, backdrop atau latar panggung yang hanya berupa kain spanduk tertiup angin sehingga nyaris menimpanya.
Untungnya, para Kepala OPD, staf protokoler, dan Satpol PP lekas menahan spanduk itu. Usai insiden itu, spanduk terpaksa dilepas, lantas acara dilanjutkan.
Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya menekankan pentingnya perhatian orang tua, tenaga pendidik maupun perusahaan terhadap pemenuhan kebutuhan anak.
Selain itu bully, kekerasan dan tidak kepedulian pada anak harus dihilangkan. Ia pun menekankan bahwa semua perusahaan atau pusat bisnis harus memiliki fasilitas yang diperuntukan bagi anak. Baik itu tempat bermain maupun ruang menyusui.
“Sulsel harus jadi provinsi pelopor kasih sayang anak,” harap SYL yang juga mendapat penghargaan Gubernur Penggerak Kabupaten/Kota Layak Anak.
Selain itu juga diserahkan penghargaan Percontohan Sekolah Ramah Anak pada SD Pertiwi, SD IT Ar-Rahmah, SMP 17 Makassar, SMA 17 Makassar.
Gubernur Sulsel juga menandatangani pembentukan Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulsel, Andi Murlina Muallim menjelaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi Gubernur Sulsel yang telah disampaikan.
Dia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di kabupaten/kota saling mendukung agar segala yang berkaitan pemenuhan hak anak bisa dilaksanakan.
Terpisah, anggota Komisi E DPRD Sulsel mengakui bila proyek pembangunan stadion Barombong terhambat penyelesaiannya karena anggaran yang minim.
Hal tersebut terungkap ketika Komisi E DPRD Sulsel melakukan kunjungan di stadion yang dikerja sudah memakan waktu lama.
Komisi E yang dipimpin ketuanya HA Kadir Halid menemukan beberapa indikasi penyebab alasan pembangunan Stadion Barombong terhambat dan belum rampung hingga saat ini dari masa pengejaan pada 2011 silam. “Kita akui bila terhambatnya proses pengerjaan stadion bertaraf internasional itu, karena alasan anggaran yang minim,”ujar Kadir Halid, Kamis (3/8).
Pihak rekanan yang mengerjakan yakni Primadani Pratama sebagai pemenang tender stadion Barombong telah berupaya bersama Dinas Pemuda dan Olahraga untuk memaksimalkan proyek tersebut. Menurut Kadir Halid, sejak 2011 lalu, stadion Barombong telah menghabiskan anggaran sebesar Rp160 Miliar dari perencanaaan awal yang akan menelan angaran sebesar Rp330 miliar.
Awalnya proyek stadion Barombong dibiayai oleh APBN ketika Andi Alfian Malarangeng menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, namun setelah Alfian tersandung kasus wisma Atlit di Hambalang, maka anggaran dari APBN langsung dihentikan.
Saat ini pemerintah tengah menyiapkan anggaran stadion yang berkapasitas 35.140 tempat duduk sekitar Rp95 miliar untuk perampungan. Dari progres yang ada saat ini, baru selesaikan tribun bagian timur dari 2016 ini karena keterbatasan anggaran karena dengan menggunakan APBN dan sebagian APBD. “Memang ini perlu dana yang besar,”ujar Kadir yang juga legislator Golkar Sulsel.
Dewan juga berharap agar Pemprov Sulsel tidak mengeluarkan IMB diarea stadion. “Kita akan minta kepada pemprov tidak boleh keluarkan IMB diarea stadion,”pungkas Kadir yang didampingi anggota komisi E lainnya seperti Irfan AB, Jaffar Sodding, Marjono, Rusni Kasman dan Desy Susanty.(rhm-rif)



×


Murid SD Tanyakan Pembangunan Stadion Barombong ke Syahrul

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar