BISNIS kaos kaki dipastikan tidak ada habisnya. Kaos kaki tergolong menjadi kebutuhan pokok juga. Manusia sejak bayi hingga tua, sepanjang hidupnya selalu membutuhkan kaos kaki.
Laporan: DIAN RAHMADANI
Anak bayi membutuhkan kaos kaki untuk menghangatkan kakinya. Anak sekolah juga demikian, yang diwajibkan mengenakan kaos kaki selama berada di lingkungan sekolah.
Sementara untuk pekerja kantoran maupun instansi pemerintahan, para pegawai diwajibkan mengenakan kaos kaki sebagai bagian penampilan agar tetap rapi dan sopan.
Olehnya itu, dengan bisnis kaos kaki, membuat Nur tetap bertahan meski sudah lima tahun berjualan di sepanjang Jalan Hertasing Baru atau Jalan Aroepala.
Menurut Nur, bisnis kaos kaki tidak sama dengan bisnis produk lain yang harganya mahal. Kalau kaos kaki terbilang sangat murah hanya Rp10.000 hingga Rp15.000 yang tidak akan membebani para pembeli.
Hanya memang dalam berbisnis selalu saja ada hambatannya, seperti curhatan Nur, kalau lapaknya akan digusur karena akan dibuat pasar kuliner oleh salah seorang pengurus partai.
“Saya disuruh pindah selambat lambatnya 25 September 2017 ini karena lapak akan di pakai buat pasar kuliner seperti pasar segar. Harapan saya, pemilik lahan bisa memikirkan untuk mencarikan tempat pengganti lapak kalaupun kami tidak bisa lagi berjualan disini,” harap nur.
Sambil menunggu realisasi untuk pindah, Nur juga menggunakan sistem lain dalam berjualan kaos kaki melalui dalam jaringan (daring) atau online di hanphone. “Saya sering mengapload model kaos kaki di ponsel, kadangkala ada saja teman atau keluarga yang membeli dan memesan untuk disimpankan,” jelasnya.
Jualan kaos kaki, tambah dia, sangat dipengaruhi suasana sekitar. Kalau lagi musim penerimaan siswa baru pedagang bisa meraup banyak uang. Jika hari biasa tidak ada iven, maka sepi juga penghasilan yang dibawa pulang.
“Kalau lagi tidak penerimaan siswa baru dan anak masuk sekolah biasanya hanya tiga kaos kaki yang terjual. Beda jika ada momen atau iven seperti penerimaan siswa baru dan pertandingan futsal,” ujar Nur, kepada penulis.
Selain berjualan kaos kaki, ia juga menjual berbagai kebutuhan berkendara motor seperti sarung tangan, masker wajah atau biasa disebut pelindung wajah.
Nur mengungkapkan bahwa usaha yang ia jalani adalah tidak lepas dari tuntutan ekonomi suka duka nya pun sangat terasa yang setiap hari nya terkena debu
Bahkan sering barang yang ia jual tak banyak laku dan basah karena terkena air hujan.
Hasil jualannya pun bisa digunakan untuk menyekolahkan anaknya. Ada beberapa jenis kaos kaki yang dijual yakni untuk penggunaan sehari-hari, bekerja, dan sekolah. (*)

