pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BMKG: Waspada Angin Puting Beliung

MAKASSAR, BKM– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Makassar mengimbau masyarakat di Sulsel untuk mewaspadai angin puting beliung yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

“Untuk masyarakat dan nelayan, kita imbau agar bisa berhati-hati terhadap potensi angin puting beliung yang bisa terjadi pada perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan,” kata prakirawan BMKG Wilayah Makassar, Riski prayudha ke BKM, Senin (2/10).
Riski juga memberikan masukan terhadap langkah antisipasi yang dapat dilakukan seperti merapihkan pohon-pohon yang tinggi serta rapuh, atap-atap rumah yang mudah terhempas dan berlindung ketika terjadi angin puting beliung.
Ia juga mengaku, terjadinya angin puting beliung tidak bisa diketahui secara pasti.
“Memasuki musim pancaroba di Sulsel di bagian utara seperti Pinrang, Enrekang, Luwu dan Toraja berpotensi hujan sedang sampai hujan lebat. Sedangkan bagian Selatan Jeneponto berawan sampai hujan ringan dan berpotensi terjadi angin kencang. Namun pada umumnya angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pacaroba dan di dataran rendah,” ujarnya.
Kata Riski, angin puting beliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama
periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung. “Kejadiannya belum dapat diprediksi dan terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal,”jelasnya.
Adapun penyebab terjadinya puting beliung disebabkan karena udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.
Selain itu, tambahnya, terjadinya angin puting beliung karena dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Dimana hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan. Kemudian arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.
“Kecepatan angin puting beliung sekitar 60 km perjam. Kondisi itu bisa menimbulkan dampak seperti
kerusakan rumah dan infrastruktur suatu daerah, dapat menimbulkan korban jiwa, rusaknya kebun-kebun warga, kerugian Material dan lain lain. Tergantung kecepatan angin tersebut,”katanya.
Hanya saja, jelas Riski, gelombang ke depan masih aman untuk kondisi cuaca di bulan Oktober ini. Saat ini Sulsel sudah memasuki musim pancaroba, ditandai dengan pagi hari yang cukup panas kemudian berpotensi hujannya pada siang dan sore hari.
Kemudian hujannya itu bisa berdurasi ringan sampai lebat dengan waktu yang tidak terlalu lama.
Prediksi BMKG untuk Oktober sampai Februari kondisi di Indonesia mengalami lanina lemah yaitu ada penambahan masa uap air atau potensi hujan di wilayah Indonesia .
Kondisi tersebut sama dengan cuaca tahun lalu yaitu Oktober dan November mengalami la nina lemah.
“Untuk terjadinya bencana seperti hujan lebat di bagian utara seperti Pinrang, Enrekang, Sengkang, dan Toraja di harapkan masyarakat harus lebih hati-hati karena berpotensi angin puting beliung ada,” jelasnya. (ppl/war)



×


BMKG: Waspada Angin Puting Beliung

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar