pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kisah Karaeng Bonto Marannu di HUT TNI

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Kamis (5/10) Tentara Nasional Indonesia (TNI) perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72. Ada yang berbeda dalam perayaan HUT tahun ini. Selain devile kekuatan perang dan personil, juga diisi dengan pertunjukan yang sarat dengan budaya.

Seperti yang akan ditampilkan Lantamal VI Makassar bersama pasukan TNI lain. Pengawal daerah teritorial laut ini selain parade devile pasukan alat utama sistem pertahanan (alutsista) di Jalan Ahmad Yani Makassar hingga Lapangan Karebosi, juga akan menampilkan drama kolosal tentang kisah Karaeng Bonto Marannu.

Humas Lantamal VI, Kapten Suparman mengatakan persembahan Lantamal VI dimulai dengan beladiri silat yang dilakukan oleh prajurit gabungan. Kemudian ada juga demonstrasi mematahkan beton dan besi yang juga dilakukan prajurit gabungan.

Untuk drama kolosal, kata Suparman, melibatkan 1.000 pemeran yang berasal dari gabungan TNI, masyarakat, mahasiswa, dan pelajar. Drama kolosal ini, kata dia, mengisahkan bagaimana kegigihan Karaeng Bonto Marannu dalam dalam mengusir penjajah. Karaeng Bonto Marannu sendiri adalah Panglima Perang Laut Kerajaan Gowa yang tak pernah gentar mengusir para penjajah melalui laut.

“Tujuan dari drama kolosal ini agar nilai-nilai perjuangan Karaeng Bonto Marannu bisa diketahui dan ditularkan kepada para generasi muda,” kata Suparman.

Masyarakat tidak hanya disuguhkan dengan atraksi pasuka dan budaya. Bagi yang ingin menikmati kecanggihan alutsista tiga angkatan juga dibuka pameran. “Kami juga menyiapkan beberapa gerobak makanan yang disediakan secara gratis untuk para hadirin yang datang,” katanya.

Sementara itu, menjelang peringatan HUT ke-72 TNI, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) II, Marsekal Muda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika mengingatkan dua jenis ancaman yang tengah melanda bangsa ini yakni, ancaman dari luar dan dalam.

Dari luar sudah ada ancaman yang menyusup ke dalam dan menjadi ancaman nyata. “Makanya sejak dari dulu kita selalu dironrong berbagai pihak, walaupun pihak itu WNI sendiri, cuman mereka tidak sadari sedang dimanfaatkan,” katanya saat diwawancara Fajar Group.

“Kita harus menjaga kedaulatan bangsa ini sesuai dengan sila ketiga. Memang merupakan suatu hal yang tidak boleh kita lupakan, dengan kita berdaulat kita merasakan hidup berbangsa dan bernegara,” ucapnya.

Di HUT TNI yang ke-72 ini, Yadi berharap anggotanya tetap semangat. “Perayaannya juga bisa memberikan suatu bentuk kepuasan kepada rakyat,” pungkasnya.

Menyemarakkan HUT ke-72 TNI, beberapa kegiatan dilaksanakan Koopsau II menggelar sejumlah kegiatan. Diantaranya kerja bakti di Kanal Jongaya, Jalan Anggrek III Kelurahan Bontomarannu Kec. Mariso Kota Makasar. Kegiatan ini juga melibatkan Polri dan masyarakat. Ada juga kegiatan donor darah di Gedung Serbaguna Lanud Hasanuddin Makassar.

Sementara itu, sehari sebelum HUT TNI, Rabu (4/10) pasukan Yonif 726/Tamalate yang ditugaskan pada Operasi Pengamanan Daerah Rawan di Maluku dan Maluku Utara tiba di Lantamal VI Jalan Satando Makassar.

Sebanyak 499 prajurit ini disambut Kepala Staf Kodam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Supartodi. (rhm-nug)



×


Kisah Karaeng Bonto Marannu di HUT TNI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar