MAKASSAR, BKM — Salah satu jalan provinsi yang arus lalu lintasnya cukup padat adalah Jalan Hertasning. Kondisi jalan saat ini mengkhawatirkan karena berlubang, belum lagi kendaraan roda empat yang seenaknya memarkir menggunakan bahu jalan.
Kerusakan itu kerap dikeluhkan para pengguna jalan. Hujanpun memperparah kerusakan jalan.
Pemerintah diminta untuk segera memperbaiki atau merehabilitasi jalan tersebut agar tidak ada korban jiwa.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Amin Yakob mengatakan, Pemprov Sulsel hingga saat ini masih menunggu proses administrasi pengalihan dari Pemerintah Kota Makassar.
“Karena ini pengalihan jalan kota ke provinsi sehingga masih menunggu dari pemkot. Kalau administrasinya selesai, akan menjadi prioritas kita tahun ini,” kata Amin.
Ia mengatakan, perbaikan jalan di Sulsel dilakukan secara bertahap. Tidak sekaligus karena keterbatasan anggaran. Apalagi pengalihan jalan dari kabupaten ke provinsi tahun lalu bertambah 352,64 km.
“Tahun ini tidak ada lagi. Kita keterbatasan anggaran sehingga harus dilakukan secara bertahap,” tambahnya.
Tahun ini, lanjutnya pemprov menargetkan jalan mantap di Sulsel bisa mencapai 64,97 persen. Pemeliharaan secara berkala akan dilakukan sepanjang 1.464,25 dari total panjang jalan yang mencapai 1.550,15 km.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengaku, buruknya infrastruktur jalanan di Sulawesi Selatan akibat proyek-proyek besar.
“Saya kira jalanan yang harus dimaintenance banyak sekali. Banyak proyek besar di seluruh kabupaten/kota. Itu yang membuat memang jalan kita bersoal,” keluhnya.
Gubernur juga mengakui lambatnya proses tender perbaikan jalan karena terbatasnya anggaran. Syahrul sudah meminta dinas PU untuk mengatasi hal ini.
“Dengan terbatasnya anggaran melalui maintenance jalan sekarang dalam proses tender. Ini juga karena tendernya lambat, lalu dekonsentrasi dari pusat juga lambat makanya pengerjaannya baru sekarang. Saya sudah instruksikan dinas ke-pu-an yang ada untuk segera disikapi untuk bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Selain proyek, kata Syahrul, penyebab jalan rusak diakibatkan oleh faktor alam yaitu curah hujan di Sulsel yang dibarengi dengan tingginya volume kendaraan.
“Mudah-mudahan maintenance dan perbaikan jalur bisa dipercepat,” pungkasnya. (rhm)

