pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hati-hati Oknum Mengaku Petugas PLN

MAKASSAR, BKM–Maraknya aksi penipuan berkedok oknum petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan mendatangi rumah pelanggan, mengintimidasi dan meminta sejumlah uang patut diwaspadai.

Saat ini sudah beberapa korban yang sempat didatangi oknum yang mengaku petugas PLN seperti di sejumlah toko grosir bahan campuran di Pasar Toddopuli. Mereka sengaja ditakut-takuti diintimidasi seakan-akan mereka telah mencuri listrik. Padahal tempat dan ruko yang mereka tempati telah dibeli secara resmi ke pemiliknya. “Saya sempat didatangi dua orang yang mengaku petugas PLN. Mereka menggunakan baju kemeja bertuliskan PLN. Ia meminta saya menyerahkan uang Rp500 ribu alasannya selesaikan di tempat. Saya dituduh mencuri listrik. Padahal, saya tidak tahu menahu soal listrik. Ruko yang saya beli-pun langsung ke pemilik yang membangun,” jelas Rul, salah seorang pemilik grosir bahan campuran di Pasar Toddopuli.
General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselrabar), Bambang Yusuf meminta ke pelanggan PLN untuk mewaspadai dan berhati-hati terhadap oknum yang mengaku petugas PLN. Oknum ini sering mendatangi rumah pelanggan untuk melakukan aksi penipuan.
“Pertama pastikan tidak mencuri listrik. Kedua minta surat tugas atau tanda pengenalnya. Saya pastikan kalau minta uang itu bukan petugas kami, karena semua sistem transaksi kami sudah dalam jaringan (daring). Jangan ragu, silahkan lapor ke pihak berwajib jika ada seperti ini,” ungkapnya, usai menemui Gubernur Sulsel, di Kantor Gubernur, Rabu (14/3).
Bambang Yusuf juga memastikan tak akan lagi ada pemadaman bergilir di Sulsel. Hal ini setelah Sulsel dipastikan mengalami surplus listrik 200 megawatt (MW) lebih.
General Manager PLN Sulselrabar, Bambang Yusuf mengatakan, saat ini beban puncak yang ada di Sulsel sekitar 1050 MW. Sementara daya listrik yang ada bisa menyuplai sampai 1.300 MW.
“Ada lebih 200 megawatt surplus kita. Jadi sudah tidak mungkin ada yang namanya pemadaman bergilir,” kata Bambang, usai menemui Gubernur Sulsel, di Kantor Gubernur, Rabu (14/3).
Bambang menyebutkan, khusus beban puncak berlangsung hanya empat jam. Kalau pun nantinya ada pemadaman listrik, itu disebabkan karena faktor alam seperti pohon tumbang dan hujan serta perbaikan jaringan listrik.
Untuk elektrifikasi (daerah yang sudah teraliri listrik) pengganti Bob Saril ini menyebutkan di wilayah Sulselrabar sudah mencapai 97 persen. Khusus Sulsel bahkan menghampiri angka 100 persen.
“Memang masih ada beberapa desa yang belum terhubung dengan jaringan utama kita. Tampilan kita punya sub unit kecil bagi daerah yang tak bisa terhubung jaringan interkoneksi. Kita punya 13 sub sistem kecil seperti yang ada di Buton,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap agar PLN terus bekerja untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Buatlah rakyat makin ringan bebannya dan makin senang, ” ungkapnya.
Dia menekankan, kendati nanti dirinya tidak lagi menjadi gubernur, Pemprov Sulsel bersama PLN harus terus berpikir untuk meningkatkan kapasitas listrik di Sulsel.
Dan dia berharap sebelum berakhir masa jabatannya, rencana pembangunan PLTB di Kabupaten Takalar dan Selayar bisa terealisasi. Kalau bisa di akhir Maret ini ada penandatanganan MoU terkait itu. “Saya ingin pastikan ada PLTB juga di Takalar karena potensinya di sana cukup bagus. Saya berharapa suatu saat listrik bisa murah karena pasokan tersedia. Malah surplus, ” pungkasnya. (rhm)



×


Hati-hati Oknum Mengaku Petugas PLN

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar