MAKASSAR, BKM — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menawarkan dua megaproyek infrastruktur di Sulsel ke swasta.
Inspektur Utama Kementerian PPN/Bappenas, Roni Dwi Susanto mengatakan, ada dua proyek infrastuktur yakni RS Pendidikan UIN Alauddin dan Kereta Api Makassar-Parepare. Keterbatasan anggaran negara jadi penyebabnya.
“Kita akan tawarkan ke investor swasta. Karena ini dibiayai APBD, sementara anggaran negara terbatas. Ada dua proyek sudah masuk perencanaan, RS Pendidikan UIN Alauddin dan proyek kereta api Makassar-Parepare,” ungkapnya dalam kunjungan kerjanya ke Makassar, baru-baru ini.
Ia menjelaskan sebenarnya ada tiga proyek di Sulsel yang ditawarkan ke investor. Salah satunya juga Makassar New Port (MNP). Namun rencana pembangunan megaproyek MNP dibatalkan Kementerian Perhubungan.
“Pelindo IV dari sisi pendanaan sepertinya ada skema lain untuk merampungkan proyek MNP ini sehingga Menhub menghapuskan,” tambahnya.
Sementara, untuk pembangunan tahap awal RS Pendidikan UIN Alauddin diperkirakan membutuhkan dana Rp150 miliar. Dan pembangunan proyek kereta api Makassar-Parepare sepanjang 147 kilometer membutuhkan dana hingga Rp9 triliun. Pemerintah hanya sanggup membiayai Rp4 triliun.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur memang sangat membutuhkan peran swasta. Apalagi kemampuan pendanaan daerah dan negara cukup terbatas. Termasuk untuk proyek strategis seperti kereta api Makassar-Parepare.
“Pengerjaannya pasti akan lebih cepat bila diserahkan ke swasta. Proyek kereta api selama ini kan lamban karena terkendala dana dari pusat,” jelasnya.
Kabid Penyelenggara Pelayanan dan Perizinan DPM-PTSP Sulsel, Said Wahab, mengatakan, Korea Selatan memang cukup tertarik berinvestasi di Sulsel.
Data kuartal dua lalu, Korsel misalnya sudah punya 10 titik proyek di Sulsel dengan nilai investasi Rp1,25 miliar, kebanyakan di sektor perikanan. Namun, kehadiran kereta api di Sulsel juga memang sedang dilirik Korea Selatan.
Kereta api memang menjadi daya tarik ekonomi bagi investor-investor asing. Eksistensinya tidaknya hanya menarik investor asing untuk menjalin kerja sama pada sektor transportasi. Tetapi, sektor lain pun tentu akan dibidik.
“Bukan cuma Korsel sebenarnya yang melirik kereta api kita. Tetapi, Tingkok, Dubai, dan Jepang juga tertarik menjalin kerja sama di sektor transportasi ini,” tukas Said. (rhm)
Dua Mega Proyek Ditawarkan ke Swasta
×

